Kapitalisasi Pasar Saham BBHI Sentuh Rp 118,58 Triliun, Lampaui HM Sampoerna

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (7/1/2022). Hal itu mendorong kapitalisasi pasar saham BBHI masuk 15 besar kapitalisasi pasar terbesar di pasar modal.

Mengutip data RTI, saham BBHI ditutup melonjak 4,1 persen ke posisi Rp 10.150 per saham. Posisi saham BBHI tersebut merupakan level tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH).

Pada pembukaan perdagangan, saham BBHI naik 50 poin ke posisi Rp 9.800 per saham. Saham BBHI berada di level tertinggi Rp 10.250 dan terendah Rp 9.600 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.080 kali dengan volume perdagangan 169.108 saham. Nilai transaksi Rp 168,7 miliar.

Selama sepekan tepatnya 3-7 Januari 2022, saham BBHI melambung 43,46 persen ke posisi Rp 10.150 per saham. Saham BBHI berada di level terendah Rp 7.075 dan tertinggi Rp 10.250 per saham. Total volume perdagangan 77.471.024. Nilai transaksi Rp 720,1 miliar dan frekuensi perdagangan 52.510 kali.

Saham BBHI menguat seiring perseroan umumkan sejumlah investor strategis yang akan masuk serap saham BBHI melalui rights issue. Investor strategis tersebut bahkan terdiri dari unicorn dan konglomerat.

PT Allo Bank Indonesia Tbk akan menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) dalam rangka penawaran umum terbatas atau rights issue dengan menerbitkan 10.047.322.871 lembar saham biasa.

Jumlah saham itu sebesar 86 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan saat ini. Adapun jumlah saham itu setara 46,24 persen apabila dibandingkan dengan modal ditempatkan dan disetor penuh oleh Allo Bank Indonesia setelah rights issue.

PT Mega Corpora (MC) selaku pemegang saham utama Perseroan dengan kepemilikan 90 persen telah menyatakan hanya akan mengambil bagian dan melaksanakan sebagian dari HMETD yang menjadi haknya. Yakni sebanyak 2.712.777.020 saham senilai Rp 1,3 00.839.337.970 atau sekitar 30 persen dari seluruh HMETD yang menjadi hak MC.

Merujuk Pasal 21 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.9/POJK.04/2018 Tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka pada waktu MC menjadi pengendali Perseroan, MC akan mengalihkan sebagian HMETD yang menjadi haknya yang tidak dilaksanakan kepada beberapa pihak.

Antara lain PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), Abadi Investments Pte. Ltd. (AI), PT Indolife Investama Perkasa (IIP) atau grup Salim, H Holdings Inc. (HH), Trusty Cars Pte. Ltd. (TC), dan PT CT Corpora (CTC).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kapitalisasi Pasar Terbesar di BEI

Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kapitalisasi pasar BBHI pun terdongkrak dengan kenaikan harga saham BBHI. Mengutip data RTI, kapitalisasi pasar saham BBHI mencapai Rp 118,58 triliun. Kapitalisasi pasar BBHI berada di posisi 11 untuk kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). K

apitalisasi pasar saham BBHI ini di bawah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Kapitalisasi pasar saham BBNI masuk 10 besar emiten berkapitalisasi pasar terbesar di BEI. Tercatat kapitalisasi pasar saham BBNI mencapai Rp 131,93 triliun.

Di sisi lain, kapitalisasi pasar saham BBHI melampaui PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Tercatat kapitalisasi pasar saham HMSP mencapai Rp 114,57 triliun.

Selain itu, kapitalisasi pasar saham BBHI berada di posisi enam untuk kapitalisasi pasar terbesar emiten perbankan. Di BEI, kapitalisasi pasar terbesar masih dipegang PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencapai Rp 943,05 triliun. Diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 635,03 triliun, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 413,08 triliun.

Berikut emiten kapitalisasi pasar terbesar di BEI, mengutip data RTI per 7 Januari 2021:

-PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 943,05 triliun

-PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 635,03 triliun

-PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 413,08 triliun

-PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 329 triliun

-PT Bank Jago Tbk (ARTO) sebesar Rp 260,49 triliun

-PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 230,76 triliun

-PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar Rp 160,99 triliun

-PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sebesar Rp 156,80 triliun

-PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) sebesar Rp 151,26 triliun

-PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 131,93 triliun

-PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) sebesar Rp 118,58 triliun

-PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) sebesar Rp 114,57 triliun

-PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebesar Rp 110,90 triliun

-PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sebesar Rp 103,49 triliun

-PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) sebesar Rp 100,84 triliun

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel