Kapolda Bali Dimutasi, Kapolri Bilang tak Terkait Kisruh Kerobokan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Mabes Polri menerbitkan Telegram Rahasia (TR) nomor ST/379/II/2012 untuk melakukan mutasi dan promosi terhadap anggota Polri pada Jumat (24/2). Salah satu Perwira Tinggi (Pati) Polri yang dilakukan mutasi yaitu Kepala Polda Bali, Irjen Totoy Herawan Indra.

Posisi Kapolda Bali akan digantikan Irjen Budi Gunawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Sedangkan Totoy Herawan Indra ditarik ke Mabes Polri menjadi Staf Ahli Manajemen (Sahlijemen) Kapolri.

Apakah mutasi Kepolda Bali terkait dengan kerusuhan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Bali yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, ternyata Kepala Polri, Jenderal Polisi Timur Pradopo membantahnya. "Oh tidak. Jadi semua itu kaitan masalah tour of duty, biasa itu," kata Kapolri, Jenderal Polisi Timur Pradopo yang ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (24/2).

Situasi di Lapas Kerobokan, Bali, memang mencekam pada beberapa hari terakhir. Kerusuhan tersebut diawali dengan terjadinya aksi penusukan antar napi di dalam lapas. Para napi menduga pelaku penusukan diamankan pihak lapas dan kemudian terjadilah kerusuhan yang puncaknya pada Selasa (21/2) malam sekitar pukul 23.00 WITA.

Saat itu, ratusan napi melakukan pembakaran terhadap kantor Kepala Lapas (Kalapas) Kerobokan hingga polisi melepaskan peluru untuk menenangkan massa. Tiga orang napi menderita luka-luka. Polisi pun dapat menenangkan massa meski pihak napi belum puas dan kembali melakukan kerusuhan dengan melemparkan bom molotov pada Rabu (22/2) malam. Karena situasi belum kondusif.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.