Kapolda Banten membuka seminar internasional golok di mata dunia

Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto membuka 'Seminar Internasional Golok Banten di Mata Dunia' untuk mendukung penetapan golok banten menjadi salah satu warisan Indonesia yang mendunia.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada para peserta, semoga kebersamaan pada hari ini dapat menjalin sejarah bagi terwujudnya jalinan sinergitas antara Polri dengan para pelestari golok banten sebagai warisan leluhur bangsa Indonesia yang adiluhung, baik tingkat regional, nasional maupun internasional," kata Kapolda Banten dalam keterangannya di Serang, Minggu.

Kapolda menyatakan Banten adalah sebuah wilayah yang penuh dengan sejarah perjuangan dalam mendukung upaya kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Masyarakat Banten satu bukti perjuangan para leluhurnya dengan melakukan perlawanan terhadap penjajah untuk merebut kemerdekaan menggunakan peninggalan senjata tradisional, katanya pula.

Senjata tradisional itu dikenal khususnya di daerah Banten dengan sejuta pusaka berupa golok. Sebab, golok merupakan sebuah senjata yang mempunyai nilai historis tinggi sejak era Kerajaan Sunda atau Padjadjaran dan era Kesultanan Banten hingga di era kemerdekaan.

“Peradaban seni tempa golok banten telah diuji pada Laboratorium Metallurgy yang mencakup unsur kimia atau material, tingkat kekerasan besi maupun photo micro, yang memiliki betapa luar biasa adhiluhungnya para empu atau pandai besi di wilayah Banten," katanya menjelaskan.

Menurut dia, pada zaman dahulu golok banten mampu bertahan lestari hingga ratusan tahun atau mungkin ribuan tahun yang sampai saat ini masih bisa dilihat wujud keelokan seni, baik bentuk, dapur, pamor, model, atau jenis hal lainnya yang kasat mata maupun yang tidak kasat mata.

Pusaka golok banten dinilai dari dua aspek, yaitu eksoteri dan isoteri, dari aspek eksoteri berupa pemahaman yang lebih terkait dengan teknik pembuatan golok melalui proses penempaan, pukulan dan lipatan dari bahan logam campuran pilihan, sehingga menjadi wujud bilah golok dengan pamor yang indah.

Sedangkan, dari aspek isoteri, maka pemahaman tentang golok lebih kepada pengalaman individual yang lebih bersifat misteri yang cukup dinikmati sendiri dan menjadi pengayaan sendiri.

Aspek isoteri lebih dalam melihat dari hal yang tidak kasat mata yang biasanya hanya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu atau mempunyai kelebihan tertentu.

Sebagai anak bangsa, putra-putri ibu pertiwi wajib ikut serta menjaga dan melestarikan golok banten, agar anak cucu dapat mengetahui sejarah dari perjuangan para leluhur yang dicintainya itu.

"Kami berpesan kepada generasi muda untuk ikut menjaga dan melestarikan golok banten itu," katanya pula.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan penyelenggaraan Seminar Internasional Golok Banten di Mata Dunia, karena terdapat dua aspek terhadap golok sebagai pusaka lokal budaya Banten dan menjadi tanggung jawab bersama untuk bisa melestarikan, sesuai niat Kapolda Banten.

Untuk melestarikan budaya lokal Banten diselenggarakan Seminar Internasional Golok Banten di Mata Dunia, bertujuan mengangkat Golok Banten sebagai heritage Indonesia yang juga terdaftar di UNESCO.

"Kami akan bekerja sama dengan instansi lain untuk mengangkat golok banten sebagai heritage dunia, dan akan mengikuti seminar pada 16-17 Desember dari Nederlance Pencaksilat Federacti, dan semoga niat baik Kapolda Banten untuk melestarikan golok banten bisa menjadi pengakuan dunia terhadap Banten dan Indonesia,” katanya lagi.

Baca juga: 3 ajang wisata Banten masuk kalender pariwisata nasional
Baca juga: Jelang debat, Ma'ruf terima golok harimau dari masyarakat Cilegon