Kapolda Bikin Tim Tangkap Begal Anjasmara dan Kolonel Marinir

Siti Ruqoyah, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 2 menit

VIVA – Polda Metro Jaya membentuk tim khusus guna memberangus para pelaku begal pesepeda yang marak dewasa ini di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Diketahui, mulai dari bintang film hingga Kolonel Marinir menjadi korban begal sepeda

"Polda Metro Jaya telah membentuk tim. Kapolda">Kapolda menyampaikan, tim dibentuk di bawah pimpan Dirreskrimum," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Selasa 27 Oktober 2020.

Selain itu, Yusri mengaku pihaknya pun telah melakukan upaya pre-emtif dengan menggelar patroli rutin di lokasi-lokasi yang rawan terjadi pembegalan pesepeda. Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada pesepeda untuk tidak memperlihatkan harta dan benda yang bisa memancing pelaku begal beraksi.

Baca juga: Brigjen Kenedy Tangkap Pengedar 10 Ribu Ekstasi dan 19 Kg Sabu

"Kita mengimbau kepada para pesepeda tolong menjaga safety diri sendiri jangan bersepeda ditempat-tempat sepi itu pertama. Kedua jika bersepeda jangan sendiri kalau bisa berkelompok untuk menghilangkan rumus N + K atau niat dan kesempatan pelaku," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, aktor senior Anjasmara menjadi korban begal saat bersepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Senin pagi, 19 Oktober 2020. Polisi">Polisi pun mengecek lokasi untuk memburu pelaku.

Adapun lokasi kejadian perkara ada di wilayah Kepolisian Sektor (Polsek) Setiabudi dan akan dilakukan pengecekan kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi.

"Kami juga mau cek CCTV di lokasi untuk mencari identitas pelaku," ujar Kapolsek Metro Setiabudi AKBP, I Made Bayu Sutha, saat dikonfirmasi Rabu, 21 Oktober 2020.

Terbaru, Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Letkol Marinir Gugun Saeful Rachman membenarkan insiden percobaan pencurian dengan kekerasan atau pembegalan yang dialami oleh salah seorang prajurit Marinir yang bernama Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko.

Menurut Kadispen Kormar, kejadian percobaan pencurian dengan kekerasan atau pembegalan itu terjadi ketika korban, Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko menjalankan rutinitasnya setiap hari gowes atau bersepeda dari kediamannya yang berlokasi di Cilandak, Jakarta Selatan menuju kantornya Markas Komando Korps Marinir Kwitang, Jakarta Pusat.

"Beliau hampir setiap hari berangkat kerja gowes dari kediamannya di Cilandak ke Mako Kormar Kwitang," kata Letkol Marinir Gugun Saeful Rachman kepada VIVA Militer, Senin, 26 Oktober 2020. (ren)