Kapolda imbau pemudik di Pelabuhan Panjang beli tiket di sarana resmi

Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno mengimbau pemudik yang akan menggunakan pelabuhan alternatif di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung agar membeli tiket keberangkatan di sarana resmi yang tersedia.

"Jadi beli tiketnya gunakan sarana Ferizy atau yang lain tapi resmi, jangan sampai gunakan calo dan sarana tidak resmi," kata Kapolda Hendro Sugiatno, di Bandarlampung, Jumat.

Ia menegaskan bahwa harga tiket yang dijual untuk keberangkatan melalui Pelabuhan Panjang sama dengan harga yang ada di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan tujuan Pelabuhan Merak, Banten.

Baca juga: Pemudik harap pelabuhan alternatif panjang dapat beroperasi penuh

"Kalau ada pemudik satu hari lalu yang bilang harga tiket di pelabuhan alternatif ini tidak sama dengan Pelabuhan Bakauheni, hal itu sedang kami lakukan penyelidikan dimana masalahnya bisa tidak sesuai," ujarnya.

Kapolda Lampung pun mengimbau kepada pemudik agar menggunakan pelabuhan alternatif apabila terjadi kemacetan ataupun kepadatan di Pelabuhan Bakauheni.

"Pelabuhan Panjang ini melayani pemudik ke tujuan Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, ini adalah salah satu alternatif jika di Bakauheni dalam situasi merah," kata dia lagi.

Ia pun mengatakan bahwa dengan pelabuhan alternatif ini waktu perjalanan lebih singkat hanya sekitar 4 jam sampai ke Pelabuhan Ciwandan dan juga tidak ada antrean yang panjang seperti di Bakauheni dan Merak.

Berdasarkan data dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), KM Ciremai yang berangkat pada Jumat dari Pelabuhan Panjang menuju Pelabuhan Ciwandan mengangkut 201 kendaraan roda dua, 65 unit kendaraan roda empat, dengan jumlah penumpang 689 orang.

Baca juga: KSOP Panjang: Fasilitas kapal di pelabuhan alternatif lengkap
Baca juga: Polda Lampung imbau masyarakat gunakan Pelabuhan Panjang
Baca juga: Kemenhub minta masyarakat manfaatkan Pelabuhan Panjang pada arus balik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel