Kapolda Jateng Lapor Kondisi Covid di Kudus ke Jokowi, Begini Katanya

·Bacaan 2 menit

VIVAKapolda Jawa Tengah Irjen Irjen Ahmad Luthfi memberi laporan kepada Presiden Jokowi bahwa kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Kudus sudah berkurang setelah meningkat drastis beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Kapolda melalui video conference setelah Presiden meninjau vaksinasi Covid-19 massal di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri,

"Kudus gimana?" tanya Presiden.

Irjen Luthfi pun menjawab. "Kudus hari ini angka kasus aktif turun 1.785. Sebelumnya puncaknya 2.480 kasus," kata Irjen Luthfi.

Kapolda kemudian menambahkan, saat ini tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) pasien Covid-19 di Kudus berada di angka 84 persen, dan kini pihaknya melakukan upaya penanganan Covid-19 di Kabupaten Jepara.

"BOR-nya sudah turun jadi 84 persen. Kami hari ini bergeser ke Jepara dengan melakukan metode yang sama di Kudus," jelasnya.

Kapolda menambahkan, kasus aktif di Jepara mencapai 2.232 orang per 23 Juni 2021. Sebanyak 294 orang dirawat di rumah sakit, dan 1.938 orang lainnya menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu dari pantauan website resmi corona.kuduskab.go.id , kasus aktif di Kudus masih bergerak fluktuatif, namun memang cenderung turun sejak pekan lalu. Tercatat per Sabtu (26/6/21) jam 12.06 WIB ada sejumlah 1.803 orang yang masih dirawat maupun isolasi mandiri. Angka ini turun 213 orang dibanding hari Jumat 25 Juni yang mencapai 2.016 orang.

Sementara di Jepara, angka kasus aktif Covid-19 fluktuatif cenderung turun. Pantauan di website resmi tercatat ada 1.587 kasus aktif gabungan yang dirawat maupun yang isolasi mandiri per Minggu 27 Juni 2021.

Kepada Kapolda Jateng, Presiden Jokowi meminta supaya vaksinasi di wilayah Jawa Tengah ditingkatkan dua kali lipat pada bulan Juli 2021. Kapolda yang sebelumnya melaporkan telah melakukan penyuntikan 141 ribu dosis di 340 titik di Jawa Tengah, menyatakan kesanggupannya menaikkan jumlah vaksinasi dua kali lipat.

"141.000 dalam satu hari. Kalau ditingkatkan jadi dua kali bisa nggak?" tanya Jokowi.

"Sanggup Bapak," jawab Luthfi.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi menargetkan dua juta suntikan vaksin per hari mulai Agustus 2021. Peningkatan jumlah vaksin ini diharapkan dapat segera membentuk herd immunity atau kekebalan komunal.


Teguh Joko Sutrisno/ Jawa Tengah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel