Kapolda Jawa Tengah Akui ‘Ancaman Teror sampai saat Ini Masih Ada’

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepolisian Daerah Jawa Tengah melarang organisasi kemasyarakatan maupun kelompok lainnya melakukan kegiatan kepolisian pada saat Ramadhan sebagai upaya menciptakan situasi dan kondisi yang aman dan nyaman.

"Oleh karena, kami perintahkan pada jajaran Polda Jateng melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) dengan sasaran operasi minuman keras," kata Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Ahmad Lutfhi di Pekalongan, Rabu, 14 April 2021.

Lutfhi mengingatkan pada jajarannya terus meningkatkan kewaspadaan dengan melaksanakan patroli untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada saat Ramadhan dan Lebaran 2021.

"Kami minta polres/polresta mampu mengantisipasi adanya letusan petasan dan memberikan imbauan kepada masyarakat tidak berkerumun seperti melakukan takbir keliling dan pawai obor," katanya.

Ia mengatakan bahwa dalam rangkaian operasi Keselamatan Candi 2021, polisi sudah mulai melakukan penyekatan di jalur pantai utara (pantura) dan membentuk posko di beberapa rest area.

"Hal ini bertujuan untuk memberikan imbauan pada masyarakat dalam rangka meminimalisasi penyebaran COVID-19. Adapun untuk jajaran Polres Brebes yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat agar berkoordinasi dengan Polres Cirebon," katanya.

Terkait dengan kemungkinan ancaman teroris di wilayah Jawa Tengah, Lutfhi minta jajaran polres dan polresta perlu melakukan penggalangan pada tokoh agama dan masyarakat.

"Untuk ancaman teror sampai saat ini masih ada. Oleh karena, perlu adanya antisipasi dengan menggalang silaturahmi pada tokoh agama dan masyarakat," katanya. (ant)