Kapolda Kaltara ingatkan tragedi stadion Kanjuruhan jadi pembelajaran

Kepala Polda Kalimantan Utara, Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya, mengingatkan semua personelnya tentang tragedi di Stadion Kanjuruhan, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10), yang menelan korban jiwa hingga ratusan orang agar menjadi pembelajaran sangat penting.

"Belajar dari kejadian ini, kita sama-sama berduka dan mengevaluasi agar tidak terjadi di wilayah kita," kata dia, di Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara, Senin.

Ia mengatakan terkait kejadian di Stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan banyaknya jatuh korban meninggal dunia dan ada keterlibatan peran polisi di sana sebagai unsur pengaman.

Baca juga: Suporter Persiku gelar doa dan nyalakan lilin untuk korban Kanjuruhan

Salah satu penyebab penonton banyak meninggal pada pertandingan Arema lawan Persebaya itu karena gas air mata dan pintu stadion sempit bahkan terkunci, sehingga kejadian ini mengakibatkan banyak korban.

Pada sisi lain, dia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personelnya di wilayah tugasnya untuk pelaksanaan tugas minggu kemarin yang berjalan secara baik secara umum, walaupun ada beberapa hal yang perlu ada perbaikan dan evaluasi.

Baca juga: Pemain dan pelatih Arema menangis saat tabur bunga di Kanjuruhan

Agar semua satuan kerja mengevaluasi mana yang harus dikurangi maupun yang ditambahkan dan menyempurnakan, sehingga minggu kedepannya menjadi lebih baik. Terlebih Polda Kaltara telah mendapatkan tambahan anggota K9 atau anjing pelacak.

Ia menambahkan, situasi kamtibmas wilayah Kalimantan Utara saat ini memasuki tahun-tahun politik sehingga kepala Biro Operasional berkoordinasi dengan direktur terkait untuk bisa membuat pelatihan yang bisa digabungkan dengan pelatihan penanganan unjuk rasa.

Baca juga: Semua klub sepakat Liga 1 dan 2 Indonesia ditunda

"Kepada seluruh personel diingatkan untuk bekerja lebih cepat dan tanggap. Tolong dipahami betul, saya ingin kerja kita cepat, saya bikin kita agak berlari kalau ada rekan-rekan yang tidak mau kerja cepat saya tinggal semuanya, siapa yang mau kerja ayo kita kerja karena ancaman-ancaman makin hari tidak semakin ringan tetapi dinamis dan bahkan cenderung meningkat," kata dia.

Personel harus bisa mengantisipasi dan cepat menanggapi dan masyarakat pun semakin hari semakin mencintai polisi. "Serta lakukan tugas pokok kita dengan baik yang bisa dirasakan oleh masyarakat," kata dia.

Baca juga: Ribuan bonekmania gelar doa bersama untuk korban Tragedi Kanjuruhan