Kapolda Metro apresiasi penanganan COVID di Krukut Jakbar

·Bacaan 2 menit

Kapolda Metro Jaya Irjen pol Fadil Imran mengapresiasi kinerja tiga pilar yang terdiri dari wali kota, kapolres hingga dandim di wilayah Jakarta Barat karena telah bertindak cepat memutus mata rantai COVID-19 di kawasan Krukut Taman Sari.

Tindakan cepat yang diapresiasi Fadil, yakni "tracing" warga yang terpapar COVID-19, "micro lockdown" di RW 02 hingga pemberian bantuan kepada warga yang jalani isolasi mandiri.

Baca juga: Pemkot Jakbar perluas karantina wilayah skala mikro di kawasan Krukut

"Ini membuktikan bahwa tiga pilar bersama masyarakat sudah memiliki ketangguhan untuk mengolah diri dan lingkungannya agar dapat memutus penularan COVID-19," kata Fadil saat menguji permukiman kawasan Krukut, Jumat.

Menurut Fadil, penyebaran COVID-19 mungkin saja bisa semakin meluas jika langkah tersebut tidak dilakukan dengan cepat.

Kini, Fadil mengimbau kepada masyarakat yang ada di lokasi untuk tetap menjaga protokol kesehatan selama beraktivitas.

Warga yang berada di dalam lokasi micro lockdown pun diimbau untuk tidak keluar masuk wilayah RW 02 demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Fadil juga memastikan proses tracing dilokasi RW 02 masih berjalan guna melacak peredaran COVID-19.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Barat memperluas karantina wilayah micro lockdown di wilayah Krukut dari semula empat RT menjadi 14 RT di RW 02.

Baca juga: Pemkot Jakbar targetkan 250 warga ikut vaksin booster di mal

Hal tersebut terpaksa dilakukan menyusul 67 warga Krukut terpapar COVID-19 berdasarkan hasil tes PCR.

"Kalau kemarin kita kan micro lockdown di empat RT sekarang kita tingkatkan jadi satu RW 02 dengan jumlah 14 RT," kata Camat Taman Sari Agus Sulaeman saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Agus mengatakan perluasan "micro lockdown" itu dirasa perlu untuk mencegah aktivitas warga keluar masuk wilayah RW 02.

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah penyebaran COVID-19.

Seiring pemberlakuan micro lockdown, tracing terus dilakukan untuk memantau penyebaran COVID-19.

"Sudah 660 yang sudah kita tracing dan proses akan terus berlanjut," kata Agus.

Saat ini, dari 67 orang yang terpapar COVID-19, sebanyak 52 sudah dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran untuk menjalani isolasi mandiri.

Sisanya isolasi mandiri di rumah masing-masing sambil menunggu proses masuk ke Wisma Atlet Kemayoran.

"Kita juga akan berikan bantuan makanan dan vitamin selama warga menjalani isolasi mandiri," ujar Agus.

Baca juga: Pemkot Jakarta Barat siapkan vaksinasi anak jemput bola ke rumah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel