Kapolda Metro Jaya: Kesiapan Mendukung Larangan Mudik Sudah 80 Persen

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran meninjau Gerbang Tol Cikarang Barat, salah satu lokasi yang akan didirikan pos pengamanan untuk memantau aktivitas pengendara.

"Di sini nanti yang akan menjadi lokasi penyekatan untuk mereka yang tetap nekat mudik mulai tanggal 6 Mei 2021 di luar dari ketentuan yang sudah digariskan oleh pemerintah," kata di lokasi, Kamis (29/4/2021).

Fadil menerangkan, pengecekan dilakukan lebih awal supaya pelaksanaannya optimal. Fadil menilai kesiapannya Polda Metro Jaya dalam mendukung kebijakan pemerintah berkenaan dengan larangan mudik sudah 80 persen.

"Lubang tikus jalur tikus kemudian jalur-jalur arteri, tol. Semua kita identifikasi di mana yang bisa dijadikan sebagai rute untuk mudik secara gelap sembunyi-sembunyi. Ini sudah 80 persen tinggal nanti kita bangunkan posko," ucap dia.

Dalam hal menyeleksi kendaraan, Fadil menerangkan, Polda Metro Jaya menyediakan 31 pos pengamanan yang tersebar di ruas jalan tol, jalur arteri dan jalur-jalur tikus.

31 Pos pengamanan

Suasana Terminal Pulogebang, Jakarta, Selasa (28/5/2019). H-8 Lebaran, tercatat hingga sore ini jumlah penumpang yang akan berangkat dari Terminal Pulogebang menuju kota di Jawa Tengah, Barat, Timur, dan Sumatera mencapai 4.488 orang dengan jumlah bus AKAP 176 bus. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Suasana Terminal Pulogebang, Jakarta, Selasa (28/5/2019). H-8 Lebaran, tercatat hingga sore ini jumlah penumpang yang akan berangkat dari Terminal Pulogebang menuju kota di Jawa Tengah, Barat, Timur, dan Sumatera mencapai 4.488 orang dengan jumlah bus AKAP 176 bus. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Fadil mendetailkan, dari 31 pos pengamanan, 14 diantaranya difungsikan untuk menyekat pemudik. Sedangkan, 17 adalah check point.

Di samping menyekat, Polda Metro Jaya juga akan memfasilitasi pengendara yang hendak melakukan tes swab antigen. Tes disediakan secara cuma-cuma alias gratis.

Sementara itu, Fadil meyebut, jumlah personel yang dilibatkan untuk mengatur arus lalu lintas sekira 1300 orang. Mereka akan disebar di 31 pos pengamanan.

"Jadi setiap hari mungkin di titik ini secara bergiliran bisa dijaga oleh 100 orang anggota. Nanti ada tambahan dari dinas perhubungan, TNI, Dinkes, dari Sabhara Polri, Brimob," tandas dia.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: