Kapolda Metro: Larangan Mudik Pangkas 50% Arus Keluar dari Jakarta

·Bacaan 1 menit

VIVAKapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran mengklaim, pos penyekatan dan pos check point efektif menjegal pemudik meski faktanya ada 100 sampai 200 ribu orang berhasil lolos di tengah larangan kebijakan mudik.

"Di mana ada sekitar 100 ribu sampai 200 ribu masyarakat kita yang tetap nekat untuk pulang, Walaupun juga secara umum, efektivitas penyekatan ini cukup baik. Karena mampu mengurangi 50 persen jumlah arus yang keluar dari Provinsi DKI Jakarta," ucapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat 14 Mei 2021.

Baca juga: Penumpang KRL Menumpuk, Menhub: KCI Tidak Profesional

Fadil membandingkan, sebelum 6 Mei 2021 atau sebelum pemberlakuan larangan mudik, jumlah kendaraan keluar masuk di gerbang tol Cikupa maupun Cikarang Barat sekitar 700 ribu kendaraan. Sedangkan, pelaku perjalanan dengan kereta api sebanyak 300 ribu. Dan sekitar 200 ribu pemotor. Total, ada 1,2 juta orang yang keluar.

"Termasuk tambahan yang menggunakan roda 2 yang melewati Kedungwaringin menuju Jawa, itu puncaknya terjadi satu Minggu terakhir," katanya.

Maka dari itu, untuk mengantisipasi arus balik lebaran, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kodam Jaya guna melakukan screening terhadap setiap orang yang masuk ke Ibu Kota. Penyekatan arus balik akan diperketat.

"Mengapa kita mengambil langkah 2 pencegahan berbasis komunitas, untuk mengefektifkan 3T, testing, tracing dan treatment. Mudah-mudahan kondisi COVID-19 terkendali di Jakarta dengan antisipasi dini, bisa kita terus jaga bersama," katanya lagi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel