Kapolda Metro sebut pencegahan kejahatan tolok ukur polisi berhasil

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyebutkan tolok ukur keberhasilan tugas kepolisian adalah mencegah jatuhnya korban, bukan hanya penindakan terhadap kejahatan.

"Warnai tugas Anda di kepolisian dengan lebih berorientasi mencegah kejahatan, penyelesaian masalah dan tolok ukur keberhasilan Anda sebagai kapolsek yang saya lihat bukan seberapa besar Anda mengungkap kasus, tapi yang saya lihat adalah seberapa banyak Anda mampu mencegah timbulnya korban," kata Fadil saat pelantikan kepala kepolisian sektor (kapolsek) di Balai Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa.

Fadil bahkan menginstruksikan kepada para kapolsek yang baru saja dilantik untuk 'nongkrong' dengan warga dan mendengar langsung keluh kesah warga serta mencari solusinya.

"Yang selama ini tidak pernah kongkow dengan warga, yang biasanya menangkap tersangka, mengungkap kejahatan, rasakan nikmatnya bersenda gurau bersama warga menghadapi persoalan," kata mantan Kapolda Jawa Timur itu.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya lantik delapan polwan jadi kapolsek

Perwira tinggi Polri itu menyebut keberhasilan para kapolsek di wilayah hukum Polda Metro Jaya dalam menjalankan tugasnya adalah jumlah laporan polisi di polseknya.

Semakin sedikit angka laporan kejahatan yang diterima oleh polsek tersebut, maka polsek tersebut dinilai berhasil mencegah terjadinya kejahatan.

"Makin banyak laporan polisi berarti Anda gagal menjadi kapolsek, makin sedikit laporan polisi khususnya kejahatan kekerasan, berarti anda berhasil jadi kapolsek," ujarnya.

Fadil juga menekankan bahwa dirinya berharap jajaran kapolseknya mengedepankan pencegahan kejahatan, bukan hanya penindakan kejahatan semata.

Baca juga: Kasus penganiayaan pengemudi di GT Tomang berakhir damai

"Mengungkap kasus merupakan suatu kebanggaan, tapi mencegah orang tidak jadi korban itu suatu keberhasilan," demikian Fadil.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel