Kapolda Papua Ungkap KKB Sudah Kuasai Kabupaten Puncak Sejak 2018

Fikri Halim, Aman Hasibuan (Papua)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Puluhan warga di Kampung Beoga, Kabupaten Puncak, Papua memilih mengungsi ke pos-pos TNI dan Polri. Mereka merasa terancam dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) pasca penembakan dua orang guru dan pembakaran Helikopter PT Esra Air.

“Jadi ada sekitar 40 lebih warga yang minta mengungsi dari Kampung Beoga ke pos TNI-Polri. Warga ini kami akan di evakuasi dan mereka pun sudah mendekati titik-titik pos tentara maupun polisi,” ujar Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri, Senin, 12 April 2021.

Menurut Mathius, warga yang ada di Kampung Beoga tersebut memilih mengungsi karena lokasi mereka ini kecil dan telah dikuasai KKB yang membuat warga ketakutan.

“Jadi memang cukup rawan kalau warga ini bertahan di lokasi itu. Sebab, mereka selalu diganggu dan diancam,” jelas Kapolda.

Untuk mengatasi gangguan keamanan di sana, kata dia, Polda Papua mengirimkan bantuan satu peleton Brimob ke Polsek Beoga. "Polda Papua mengirim satu peleton Brimob ke Beoga guna mem-backup Polsek Boega," tuturnya.

Mathius pun menegaskan, pihaknya bersama TNI akan menindak KKB pimpinan Sabinus Waker yang berulah di Kabupaten Puncak yang mengakibatkan aktivitas masyarakat dan pemerintahan terganggu.

Kabupaten Puncak ini, menurut Kapolda, sejak tahun 2018 telah dikuasai oleh KKB. Mereka berkumpul di beberapa wilayah, kemudian masuk ke kampung-kampung dan melakukan gangguan keamanan termasuk di area PT Freeport Indonesia.

“Kita sudah lakukan penyekatan, tapi mereka bisa tembus menuju Intan Jaya lakukan gangguan. Setelah kita tangani Intan Jaya, mereka lari ke Puncak,” ungkapnya.

Kendala Geografis

Kapolda mengakui, kendala utama yang dihadapi aparat TNI-Polri mengejar KKB ini adalah geografis di mana kedua kabupaten yang sering mendapat gangguan ini, medannya sangat sulit dengan pegunungan yang terjal.

“Kondisi geografis jadi kendala utama kita dalam mengejar para pelaku ini. pegunungannya sangat tinggi dan terjal, sedangkan masyarakat yang hidup di sini kan mempunyai keunggulan, jadi kita pun harus cermat lakukan langkah-langkah penanganan untuk keselamatan warga dan prajurit,” ucapnya.

Mathius menambahkan, aktivitas pemerintahan pun di Kabupaten Puncak dan Intan Jaya mulai berangsur pulih dengan adanya pengamanan dari aparat gabungan TNI-Polri.