Kapolda Riau: Polri Harus Anti-korupsi

Pekanbaru (ANTARA) - Kepala Polisi Daerah Riau Brigjen Pol Suedi Husin menegaskan bahwa Polri harus menjadi lembaga yang anti terhadap kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) serta anti terhadap kekerasan hingga mampu memberikan pelayanan prima.

"Untuk mencapai itu semua, tentunya membutuhkan hati yang bersih dan penuh dengan keikhlasan," kata Suedi Husin usai memipin upacara HUT Bayangkara ke-66 di Markas Polda Riau, Pekanbaru, Minggu.

Kapolda mengatakan, sesuai dengan tema pada HUT Bayangkara kali ini, bahwa Institusi Polri harus terus mengarah pada pelayanan masyarakat yang optimal sebagai wujud pengembalian citra yang selama ini dianggap meluntur di mata masyarakat.

Pada kesempatan sama, Gubernur Riau HM Rusli Zainal mengharapkan Institusi Polri untuk mampu mempererat hubungan baik dengan masyarakat.

Dengan hubungan yang baik serta tingginya rasa persatuan dan kebersamaan antara masyarakat dengan kepolisian, maka akan tercipta keamanan dan ketertiban, kata Rusli.

Menurut Rusli, untuk menjaga ketertiban dan keamanan yang menjadi impian semua masyarakat, kepolisian hanya cukup meningkatkan rasa kebersamaan dan persatuan dengan khalayak.

"Dalam amanatnya pak` Kapolri yang dibacakan pak Kapolda tadi kita mendengar banyak pesan-pesan untuk pembenahan ditubuh kepolisian sendiri. Termasuk juga yakni menjalin hubungan baik kepada masyarakat, dimana intinya adalah bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat sebaik mungkin," katanya.

Dia menjelaskan, bahwa Institusi Polri dalam hal mengemban tugasnya juga tidak bisa sendiri namun harus ada dukungan dari semua pihak baik itu pemerintah setempat maupun masyarakat.

"Jadi, jika kepolisian bisa bekerjasama dan bersatu dengan masyarakat, saya yakin kepolisian bisa melakukan tugasnya dengan baik dan benar. Dengan catatan mengedepankan kepentingan masyarakat banyak agar terciptanya stabilitas nasional demi suksesnya pembangunan nasional," katanya.

Nah untuk itu, demikian Rusli, dalam rangka memperingati HUT Bayangkara ke 66 tahun 2012 ini diharapkan pihak kepolisian untuk bisa mengambil hati masyarakat hingga terciptanya stabilitas keamanan dan ketertiban di daerah maupun nasional.

"Terlebih lagi menjelang dan saat perhelatan Pekan Olahraga Nasional PON XVIII September 2012," katanya. (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.