Kapolda Sebut Penanganan Covid di DKI Jakarta Lebih Baik dari Paris dan Los Angeles

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran memuji penanganan Covid-19 di DKI Jakarta. Dia membeberkan data COVID-19 City Safety Ranking Q2/2021 Benchmarking of Municipal Pandemic Response (Vaccines, Economy, Prevention, Governance, Safety).

Disebutkan bahwa DKI Jakarta termasuk dalam 50 kota dengan penanganan terbaik di dunia.

"Tercatat lebih unggul dari beberapa kota besar dunia seperti Moskow, Paris, Shanghai maupun Los Angeles dalam beberapa kategori," kata dia saat sambutan di Operasi Zebra Jaya, Senin (15/11/2021).

Fadil menyampakan, penambahan kasus harian Covid-19 dalam dua pekan terakhir secara kuantintatif adalah 91 kasus dengan jumlah aktif sebanyak 964 kasus.

Fadil berpesan kepada masyarakat supaya tidak berlebihan dalam merespon melandainya kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia.

"Kabar gembira tersebut tentu harus kita sikapi dengan baik tidak berlebihan namun tetap memahami dinamika dan mengambil respon yang sesuai dengan dinamika," ujar dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Anies Mengapresiasi

Mengacu kajian Deep Knowledge Analytics (DKA), Jakarta masuk 50 besar kota di dunia yang dinilai terbaik dalam penanganan pandemi COVID-19. Salah satu indikatornya adalah capaian vaksinasi.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengapresiasi hasil kajian itu. "Jakarta saat ini masuk 50 besar kota terbaik dalam penanganan COVID-19," kata Anies Baswedan saat saat membuka kegiatan Jakarta Investment Forum (JIF), di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (12/11).

Anies menjelaskan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemprov DKI capaian vaksinasi dosis pertama warga di Jakarta hingga 10 November 2021, mencapai hampir 10,98 juta orang. "Sedangkan, capaian vaksinasi dosis kedua mencapai 8,6 juta orang," katanya.

Dari jumlah itu, 67 persen di antaranya adalah warga dengan KTP DKI Jakarta dan yang lainnya warga non KTP DKI Jakarta.

Sebelumnya, sebuah lembaga yang menjadi bagian konsorsium internasional non-profit dan komersial, Deep Knowledge Analytics (DKA), menempatkan Jakarta berada di peringkat ke-47 dari 50 besar kota di dunia yang dinilai terbaik dalam penanganan pandemi COVID-19, dengan total skor 51,43.

DKA menjelaskan, hasil kajian itu berdasarkan data yang dikumpulkan hingga September 2021 dalam analisis bertajuk COVID-19 City Safety Ranking pada kuartal II-2021.

Tolok ukur dalam menganalisis respons kota dalam penanganan pandemi COVID-19 itu adalah, vaksinasi, ekonomi, pencegahan, tata kelola pemerintahan, dan keamanan.

DKA menjelaskan, dalam analisis tersebut menggunakan total 8.000 data dengan mengaplikasikan kerangka analisis yang disusun menggunakan 114 indikator, yakni kualitatif dan kuantitatif, kemudian diklasifikasikan menjadi lima kategori yang diterapkan 72 kota di dunia.

Lalu, dari 72 kota itu mengerucut menjadi 50 besar kota di dunia dengan skor tertinggi.

Dari hasil kajian terhadap 50 kota besar itu, untuk indikator ketahanan ekonomi, Jakarta memiliki nilai 11,05.

Kemudian, efisiensi pemerintah nilainya mencapai 10,61, manajemen kesehatan 9,17, efisiensi karantina mencapai 12,81, dan vaksinasi 7,78.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel