Kapolda Sulsel Imbau Warga Tidak Termakan Hoaks Vaksin Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Merdisyam mengimbau, kepada seluruh warga Sulsel agar tidak termakan informasi palsu atau hoaks seputar vaksin Covid-19.

Menurutnya, vaksin Covid-19 sudah teruji secara klinis aman digunakan dan halal. Ia juga menyebut, vaksinasi sebagai salah satu upaya pemerintah mengakhiri pandemi Covid-19.

"Jangan termakan berita hoaks karena vaksin ini sudah diuji dan dinyatakan aman dan halal," kata Merdisyam dikutip dari Antara, Jumat (17/9/2021).

Merdisyam meminta masyarakat agar tidak takut mengikuti program vaksinasi Covid-19, termasuk para pelajar di Sulsel. Polda Sulsel pun meluncurkan program vaksinasi bagi pelajar. Program tersebut merupakan kerja sama antara pihaknya dengan Dinas Pendidikan Pemprov Sulsel.

"Semua kita sasar dan sekarang adalah anak-anak sekolah. Semoga ini bisa mempercepat proses pembentukan 'herd immunity' (kekebalan komunal) yang nantinya juga bisa mempercepat terlaksananya pembelajaran tatap muka lagi," ucap Merdisyam.

Pihaknya siap memfasilitasi kegiatan vaksinasi pelajar di Provinsi Sulsel dan mengedepankan pelayanan humanis.

"Bahkan kita siap jemput bola pada setiap lapisan ataupun komunitas masyarakat lain yang akan menggelar vaksinasi, kami akan membantu tanpa sistem birokrasi yang berbelit-belit," katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Jufri yang turut mendampingi Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam mengungkapkan terima kasihnya atas perhatian kapolda setempat dalam vaksinasi tersebut.

"Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada kapolda atas program yang luar biasa ini agar para siswa-siswi dapat melakukan program tatap muka secara terbatas setelah terbentuk kekebalan kelompok dalam penanganan Covid-19," kata dia.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel