Kapolda Sumsel Larang Anak Buah Tangkap Penjahat Kenakan Pakaian Preman

Merdeka.com - Merdeka.com - Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo melarang anak buahnya mengenakan pakaian preman saat menangkap pelaku kejahatan. Menurutnya, seorang polisi harus tetap mengenakan seragam lengkap dengan identitas ketika bertugas, sekalipun akan melakukan penangkapan terencana.

"Kita tidak memperbolehkan anggota melakukan penggerebekan menggunakan pakaian preman atau tanpa identitas," kata Albertus saat memberikan arahan bagi seluruh polisi di Polda Sumsel dan jajaran, Kamis (27/10).

Instruksi tersebut sebagai salah satu upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat yang dinilai jauh berkurang. Polisi, katanya, harus memperbaiki citra dengan tidak lagi melakukan pelanggaran dan kesalahan.

"Juga termasuk gaya hidup hedon, harus direm, jangan dipublikasikan ke media sosial. Ini sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kita tidak boleh bergaya hidup hedon," ujarnya.

Penyegaran Struktur Organisasi

Dia juga berjanji membenahi struktur organisasi dan mengoptimalkan pemberantasan berbagai bentuk kejahatan di lingkup Mapolda Sumsel. Termasuk juga illegal logging, illegal drilling, benih lobster, dan kejahatan lain.

"Tidak boleh diberikan toleransi, semuanya harus ditindak tegas," kata dia.

Seperti diketahui, Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo dilantik menjadi Kapolda Sumsel pada 18 Oktober 2022. Dia menggantikan posisi Irjen Pol Toni Harmanto yang menjabat Kapolda Jawa Timur. [lia]