Kapolda Ungkap Awal Mula Polsek Nimboran Jayapura Dibakar

·Bacaan 1 menit

VIVAKapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Mathius D. Fakhiri menyatakan pembakaran kantor Polsek Nimboran berawal saat terjadi keributan oleh warga yang dipengaruhi minuman keras.

“Kejadian berawal dari adanya warga mabuk buat keonaran, lalu anggota datang merespons. Pada saat anggota tiba di lokasi kejadian warga melakukan perlawanan pada anggota,” kata Kapolda Irjen Pol Mathius Fakiri kepada wartawan di Sentani, Senin, 2 Agustus 2021.

Kapolda menyebutkan, anggota Polsek Nimboran mendapatkan informasi dari masyarakat, ada warga yang mabuk dan melakukan pemalakan di jalan. Setelah anggota tiba di lokasi dan berusaha mengamankan pelaku, namun pelaku melakukan perlawanan.

“Karena ada perlawanan pada anggota, maka anggota pun melakukan penembakan peringatan dan mengenai korban. Isu ini sampai kepada keluarganya bahwa korban dikatakan meninggal dunia, padahal masih hidup,” ujar Kapolda.

Adanya informasi yang mengatakan warga meninggal, kata Kapolda, tiba-tiba sekelompok warga mendatangi kantor Polsek dan melakukan pembakaran.

Ia katakan, pihaknya belum mendapatkan kerugian apa saja dari kebakaran kantor Polsek ini, karena anggota masih menuju ke lokasi kejadian.

Sebelumnya, Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A. Maclariboen menjelaskan, warga korban penembakan itu meninggal dunia, namun setelah dikonfirmasi ulang warga tersebut masih hidup dan mengalami luka.

Dijelaskan, pembakaran kantor polsek itu terjadi, setelah anggota yang merespons laporan adanya orang mabuk dan berusaha mengamankan, namun ada perlawanan, sehingga ada tembakan peringatan.

“Ada dugaan rekoset dari tembakan itu mengakibatkan seorang warga terluka. Akibat tembakan ini, sekelompok warga membakar polsek. Anggota kami masih ke lokasi kejadian ya, dan kita juga masih cari tahu identitas korban karena belum kami dapatkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, korban mengalami luka tembak di bagian kepala dan korban telah di rujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.

Baca juga: Rumah Sekda Kabupaten Yalimo Papua Terbakar

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel