Kapolres Jakpus sebut demo tolak harga BBM berlangsung kondusif

Kepala Polisi Resor Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Komarudin menyebut demonstrasi menolak kenaikan harga BBM bersubsidi di Gedung DPR dan sekitar Tugu Arjuna Widjaja (Patung Kuda) pada hari Selasa ini umumnya berlangsung kondusif.

"Alhamdulillah untuk giat demonstrasi pada Selasa ini berjalan dengan kondusif dan terkendali," kata Komarudin saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Selain itu, kata Komarudin, dalam demonstrasi yang diikuti berbagai elemen seperti buruh, pedagang dan mahasiswa tidak ditemukan adanya kerusuhan yang berujung diamankannya para pendemo.

"Tidak, tidak ada yang diamankan," ucap Komarudin.

Untuk personel pengamanan yang disiagakan pada aksi demonstrasi di Jakarta yang intinya menuntut dibatalkannya kenaikan harga BBM bersubsidi, adalah sekitar 8.200 personel gabungan.

"Sekitar 8.300 personel gabungan terdiri dari TNI, Polri, dan bantuan dari Pemprov kami siagakan di Gedung DPR dan Patung Kuda," ucapnya.

Dari pantauan sejak Selasa siang, ada dua kali aksi demonstrasi untuk menolak kenaikan harga BBM di kawasan Silang Monas.

Aksi demonstrasi pertama yakni pada pukul 12.30 WIB dari puluhan masa yang berasal dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), DPP Gema Keadilan, dan Aliansi Mahasiswa Siswa Musim Indonesia, aksi ini berlangsung sekitar satu jam dengan menyuarakan penolakan kenaikan BBM.

Kemudian aksi kedua berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB oleh puluhan massa demonstrasi dari BEM Nusantara yang juga menyuarakan penolakan serupa.

Demonstrasi yang sempat diwarnai aksi pembakaran ban ini berhenti sekitar pukul 15.00 WIB di mana mereka berniat melanjutkan aksinya di depan Gedung DPR RI.

Sementara di Gedung DPR ratusan massa gabungan unsur buruh dan mahasiswa berkumpul dan menyuarakan aspirasinya terkait kenaikan harga BBM yang disebut memberatkan masyarakat.

Presiden Joko Widodo sebelumnya memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi.

Adapun kenaikan harga BBM subsidi jenis Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi naik dari Rp12.000 jadi Rp14.500 per liter.

Kenaikan harga BBM bersubsidi itu mencermati anggaran subsidi dan kompensasi energi yang ditanggung pemerintah naik sampai Rp502,4 triliun dari awalnya Rp152,5 triliun.

Sedangkan sebagian besar (70 persen) subsidi dinikmati masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas.
Baca juga: Anggota DPR RI temui massa unjuk rasa tolak kenaikan harga BBM
Baca juga: Anggota DPR: Pembatasan BBM bersubsidi perlu dipastikan berjalan baik
Baca juga: Wamenkeu minta pemda segera buat program bansos lewat DTU