Kapolres Malang: Kecelakaan Maut Jalur Wisata Bromo Poncokusumo Karena Sopir Mengantuk

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi Kecelakaan (Vladyslav Topyekha/Pixabay).

Liputan6.com, Surabaya - Kapolres Malang AKBP Hendri Umar membeberkan kronologi kecelakaan maut yang mengakibatkan tujuh orang tewas di jalur wisata Bromo, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Rabu (27/5/2021).

Menurutnya, penyebab kecelakaan diduga pengemudi sedang mengantuk sehingga tidak bisa mengendalikan kendaraan Mitsubishi L-300.

"Dari keterangan saksi menyebutkan, bahwa laju kendaraan kadang pelan kadang cepat. Selain itu, di lokasi kejadian tidak ada bekas pengereman," ungkapnya, Kamis (27/5/2021), seperti dikutip dari TimesIndonesia.

Sedangkan di lokasi kejadian, bukan masuk katagori rawan kecelakaan. "Kondisi jalan dalam keadaan mulus dan sedikit turun," sebutnya.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menyebutkan, penyelidikan terhadap kecelakaan maut Poncokusumo, sudah mengarah terhadap dugaan tersangka. Saat ini sopir sedang dilakukan perawatan secara intensif.

Korban Tewas Bertambah, Jadi 8 Orang

AKBP Hendri Umar mengunjugi dua korban kecelakaan maut Poncokusumo yang dirawat di RSSA Malang, Kamis (27/5/2021).

"Ada empat orang yang dirawat, karena luka-luka. Dua dirawat di RS Sumber Sentosa dan dua lainnya dirawat di RSSA Malang yang baru saja dikunjungi ini," ujarnya.

Korban yang meninggal sebanyak 8 orang dan pihaknya memiliki keyakinan bahwa tak ada tambahan korban meninggal lagi.

"Delapan orang yang meninggal terdiri dari enam perempuan dan dua anak-anak," kata Perwira Menengah atau Pamen Kepolisian dengan dua melati di pundaknya tersebut.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel