Kapolres Tana Toraja Marahi Anggotanya karena Diduga Loloskan Pemudik

·Bacaan 1 menit

VIVAKapolres Tana Toraja AKBP Sarly Sollu turun langsung memantau pos penyeklatan jalur mudik di Salubarani, yang merupakan wilayah perbatasan antara Kabupaten Tana Toraja dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Dalam tinjauannya, Kapolres terlihat marah dan menegur anggotanya karena diduga meloloskan sejumlah pemudik masuk ke Toraja.

Dalam tinjauannya, Kapolres juga menemukan palang penyekatan tak terpasang di tengah jalan. Hal ini membuat dirinya geram dan langsung menegor komandan jaga.

“Ini gunanya alat. Ada ini untuk penyekatan, bukan pajangan. Kalau memenuhi syarat bisa lewat baru dibuka. Kalau tidak suruh putar balik,” kata Sarly dengan nada tinggi.

Sarly pun memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyekatan dan pemeriksaan ketat setiap pengendara yang masuk dan keluar Toraja. Mengingat Toraja merupakah salah satu tujuan wisata di Sulawesi.

“Di wilayah Kabupaten Tana Toraja ini adalah pos penyekatan. artinya kendaraan dan orang yang masuk dan luar dilakukan pemeriksaan. dan hari ini kami akan lebih tegas lagi dan memasang barier sebagai alat bantu penyekatan agar anggota aman dan masyarakat aman,” katanya.

Dalam penyekatan ini, beberapa kendaraan yang nekat melintas masuk ke Toraja disuruh putar balik karena tidak mampu menunjukan surat-surat yang dimintai petugas.

“Kami belum dapat laporan (berapa kendaraan yang diputar balik). Tadi ada satu orang putar balik karena belum ada surat kedinasan. Yang lain ada surat jalan dari Satgas dan rapid test,” katanya. (oya)

Laporan Joni Banne Tonapa/tvOne Tana Toraja

Baca juga: Kapolri Tegaskan Penyekatan Untuk Hindari Penyebaran COVID-19