Kapolres Tangsel Tak Ingin Ada Lagi Anak Buahnya yang Selingkuh seperti Bripka HK

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Resor Tangerang Selatan, mengaku akan bersikap objektif dalam menindak anggotanya Bripka HK, yang dilaporkan dugaan penelantaran dan perselingkuhan oleh istrinya Isabela Sinambela, ke Polda Metro Jaya.

Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu berharap, kejadian yang dilakukan anggota polisi berpangkat Brigadir Kepala itu, dapat dijadikan pelajaran bagi anggota Polisi lainnya.

"Kita harus terbuka, (harapan) proses sesuai aturan sebagai efek jera untuk anggota lain agar tidak melakukan," jelas Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu, dikonfirmasi, Minggu (12/11).

Dia berharap, proses yang transparan terhadap penanganan etik, disiplin dan pidana terhadap Bripka HK, dapat mengembalikan kepercayaan publik dan menjaga nama baik institusi kepolisian.

Kapolres memastikan kalau pelaporan terhadap Bripka HK, juga dilakukan oleh istri sah Bripka HK, yang dilaporkan ke Dinas Polri. "Untuk jaga nama baik Polri. Istri sahnya yang terdaftar di dinas," jelas Kapolres.

Diberitakan sebelumnya, anggota Banit Reskrim Polsek Pondok Aren Bripka HK dilaporkan ke Bidang Propam Polda Metro Jaya oleh istrinya, Imelda Sinambela dalam kasus dugaan perselingkuhan dan penelantaran.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Sarly Sollu menerangkan bahwa pelaporan dugaan perselingkuhan dan penelantaran itu telah ditangani Bidang Propam dan Bidang Renakta (remaja, anak dan wanita) Polda Metro Jaya.

"Untuk kasus etik dan disiplin dilaporkan ke Polda 16 Juni 2022, dan panggilan klarifikasi sudah dilakukan tanggal 13 Oktober. Saat ini kasus masih ditangani Bid Propam Polda Metro Jaya," kata Sarly Sollu saat dikonfirmasi, Jumat (11/11).

Dugaan perselingkuhan dan penelantaran itu viral di media sosial setelah diunggah pelapor Imelda Sinambela. Unggahan dalam bentuk potongan gambar dalam cuplikan video berdurasi sekitar 33 detik itu, mendapat banyak dukungan teman-teman pelapor agar kuat dan tabah menghadapi cobaan tersebut.

Sementara, untuk kasus laporan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ditangani Renakta Polda Metro Jaya.

"Berdasarkan laporan 22 Agustus dan tanggal 2 September sudah ada panggilan Bripka Hadi Kurniawan, saat ini kasus masih ditangani Renakta," jelas Sarly Sollu.

Dengan belum adanya putusan dari pelaporan tersebut, dipastikan Bripka HK saat ini masih bekerja menjalankan tugas kepolisian.

"Tetap berdinas sambil menunggu proses hukum dan putusannya," pungkasnya. [rnd]