Kapolrestro Jakut minta orang tua dampingi anak datangi gerai vaksin

·Bacaan 2 menit

Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Wibowo meminta orang tua untuk mendampingi anaknya saat mendatangi gerai Vaksinasi Merdeka Anak di Jakarta Utara.

"Orang tua bisa menyampaikan riwayat medis anak yang akan divaksinasi kepada vaksinator yang bertugas. Ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pasca penyuntikan vaksin," kata Wibowo di gerai vaksinasi SD Negeri 07 Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Rabu.

Wibowo mengatakan, pihaknya siap menindaklanjuti arahan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy agar anak-anak diperiksa kesehatannya untuk mencegah kejadian ikutan pasca-vaksinasi (KIPI).

Namun, tahap pemeriksaan kesehatan itu tidak hanya dilakukan sebelum vaksinasi, hendaknya juga diikuti dengan rekomendasi kesehatan anak dari pihak keluarga. "Karena orang tua yang mengetahui riwayat medis anaknya," katanya.

Menurut dia, untuk mencegah KIPI, sebaiknya anak-anak diperiksa dulu kesehatannya, tapi harus ada rekomendasi dari pihak keluarga," ujar Wibowo

Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Wibowo (tengah) didampingi Camat Koja Ade Himawan (kanan) dan Danramil 01/Koja Mayor Inf Jauhari (kiri) memantau kegiatan Vaksinasi Merdeka Anak untuk anak usia 6-11 tahun di SD Negeri 07 Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Rabu (5/1/2022). ANTARA/Abdu Faisal/aa.
Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Wibowo (tengah) didampingi Camat Koja Ade Himawan (kanan) dan Danramil 01/Koja Mayor Inf Jauhari (kiri) memantau kegiatan Vaksinasi Merdeka Anak untuk anak usia 6-11 tahun di SD Negeri 07 Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Rabu (5/1/2022). ANTARA/Abdu Faisal/aa.

Wibowo mengatakan, anak usia 6-11 tahun yang sudah divaksinasi di Jakarta Utara saat ini baru sekitar 64 persen dari target total 124.940 anak.

Untuk itu, Polri hari ini meluncurkan program Vaksinasi Merdeka Anak berbasis komunitas demi mempercepat pencapaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun di tingkat kota hingga 100 persen.

Percepatan ini dilakukan untuk melindungi generasi bangsa, khususnya anak usia 6-11 tahun, saat berkegiatan di luar rumah, terutama ketika proses belajar-mengajar sudah mulai buka kembali untuk pembelajaran tatap muka (PTM).

"Jadi pemerintah harus meyakinkan bahwa anak-anak tidak terganggu dalam proses belajar-mengajarnya. Makanya kami minta juga kepada seluruh orang tua, kami imbau kepada orang tua datangi gerai dan tempat vaksinasi yang sudah menggelar vaksinasi anak. Kami jamin insyaAllah ini sehat," kata Wibowo

Baca juga: Kapolrestro Jakut kerahkan 23 tim kejar target Vaksinasi Merdeka Anak
Baca juga: Kapolri: Percepatan vaksinasi anak jaga generasi penerus bangsa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel