Kapolri apresiasi Muhammadiyah dirikan rumah sakit memadai

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi Muhammadiyah yang telah mendirikan rumah sakit dengan fasilitas yang memadai, hal ini turut membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Oleh karena itu tentunya kita berikan applause yang sangat luar biasa terhadap Muhammadiyah yang terus concern, terus fokus untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Sigit dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Apresiasi itu disampaikan oleh Kapolri saat menghadiri peresmian Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan siang tadi.

Menurut jenderal bintang empat itu, salah satu indikator negara maju selain tingkat keamanan terjamin, angka pengangguran rendah, serta sains dan teknologi yang maju, adalah fasilitas kesehatan yang memadai.

Penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai merupakan upaya dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju visi Indonesia Emas Tahun 2045.

“Alhamdulillah Muhammadiyah sedang mengawal dan sedang berkontribusi untuk terus mendorong Indonesia agar bisa menjadi negara yang maju di tahun 2045,” katanya.

Sigit berpendapat, pembangunan fasilitas kesehatan yang memadai dapat menjawab arahan Presiden Joko Widodo terkait dengan masih banyaknya warga negara Indonesia yang berobat ke luar negeri, seperti ke Singapura, Amerika Serikat, Jepang dan negara lainnya.

“Terjadi capital out flow yang bergeser ke luar negeri dan setelah dihitung per tahun itu besarnya kurang lebih Rp 110 triliun. Jadi harapan kita ini, tentang fasilitas kesehatan internasional dan ke depan kita berdoa Muhammadiyah bisa membangun rumah sakit tingkat internasional,” kata Sigit berharap.

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri ini menjabarkan peran peting fasilitas kesehatan bila dilihat dari sudut pandang kenegaraan, bahwa warga negara yang sehat adalah aset terbesar yang dimiliki setiap negara, seperti yang disampaikan oleh mantan Perdana Menteri Inggris Wiston Churchill.

Sementara itu, menurut pendapat ahli Indonesia masih membutuhkan setidaknya 1.000 rumah sakit. Dengan fasilitas kesehatan yang memadai itu, Sigit berharap tingkat harapan hidup bangsa Indonesia meningkat setiap tahunnya.

“Di 2017 Indonesia berada di angka 72,9, di 2021 di angka 73,5, artinya ini adalah harapan masyarakat untuk bertahan hidup apabila fasilitas kesehatannya memadai dan ini tentunya menjadi harapan kita semua untuk bisa menciptakan hal-hal yang seperti itu,” ujar Sigit.

Selain itu, mantan Kadiv Propam Polri itu juga mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dalam membantu penanganan pandemi COVID-19 sehingga menempatkan Indonesia menjadi negara kelima di dunia yang mampu memberikan vaksin kepada 441 juta rakyat.

Sehingga kata dia, aktivitas kehidupan masyarakat mulai normal serta angka pertumbuhan ekonomi tumbuh di angka lima persen.

Tidak hanya itu, Sigit juga mengapresiasi upaya Muhammadiyah di bawah Ketua Umum Haedar Nasir yang terus menjaga dan mengawal hal-hal yang sifatnya moderasi beragama. Sebab, Kapolri menekankan Indonesia yang memiliki suku, agama serta berbagai macam adat istiadat harus tetap dirawat lantaran hal tersebut merupakan modal dan kekuatan bangsa Indonesia.

“Ini harus kita rawat, kita jaga jangan sampai ini kemudian ini menjadi terpecah, saya selalu sampaikan kemana-mana bahwa kita akan menghadapi tahun politik jangan sampai terjadi polarisasi, persatuan dan kesatuan harus selalu dijaga karena ini modal kita untuk mewujudkan indonesia maju,” papar Sigit.

Di akhir sambutannya, Sigit pun mengutip hadist Imam Ahmad bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

“Oleh sebab itu, dengan pembangunan rumah sakit Muhammadiyah bisa menjadi amal jariah bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya,” kata Sigit menutup sambutannya.

Baca juga: Kapolri apresiasi kontribusi PP Muhammadiyah dalam bidang kesehatan

Baca juga: JK: Fenomena industri rumah sakit berjaringan ciptakan efisiensi

Baca juga: Muhammadiyah kerahkan 84 rumah sakit bantu vaksinasi