Kapolri Copot Kapolres Muara Enim usai Dilaporkan Istri Berselingkuh

Merdeka.com - Merdeka.com - Usai dilaporkan istri berselingkuh dan videonya viral di media sosial, AKBP Aris Rusdiyanto dicopot sebagai Kapolres Muara Enim, Sumatera Selatan. Pencopotan itu langsung dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

AKBP Aris dipindakan ke Yanma Polri dalam rangka evaluasi jabatan dan posisinya digantikan AKBP Andi Supriadi yang sebelumnya menjabat Koorspripim Polda Sumsel. Pencopotan dan pergantian jabatan itu tertuang dalam TR bernomor 1446/X/2022 tertanggal 26 Oktober 2022.

Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sumsel AKBP Erlangga membenarkan kabar itu. Menurut dia, TR tersebut berasal dari Mabes Polri.

"Benar ada TR dari Mabes Polri terkait penggantian Kapolres Muara Enim, penggantinya AKBP Andi Supriadi," ungkap Erlangga, Kamis (27/10).

Diketahui, video viral di media sosial tentang hubungan rumah tangga Kapolres Muara Enim AKBP Aris Rusdiyanto yang disebut menikah lagi tanpa seizin dari istri sahnya. Dalam video TikTok yang diunggah akun @febysharon, wanita itu mengaku sebagai istri sah AKBP Aris Rusdianto.

Pada video pertama, ia menelepon seorang wanita yang disebut bernama Mesya Firdaus dan menanyakan perihal pernikahan yang dilakukan antara suaminya dan Mesya.

"Kamu izin enggak (menikah) sama saya. Saya istri sahnya Aris," kata Feby.

Mesya Firdaus mengaku sudah mendapatkan izin dari Melani, wanita yang diketahui merupakan istri AKBP Aris Rusdiyanto, sekaligus Ketua Bhayangkari Muara Enim. Lalu, Feby mengaku akan melaporkan mereka ke polisi karena menikah tanpa izin dan membuktikan kebenarannya di pengadilan.

Video berikutnya, Feby kembali memperlihatkan sedang berbicara dengan AKBP Aris. Dalam video itu, Feby menuliskan caption jika ia diminta mencabut laporannya di polisi.

Kapolres Muara Enim AKBP Aris Rusdiyanto mengaku tak ambil pusing terhadap tuduhan itu. Namun, dia bersama hukumnya hukumnya akan melakukan upaya hukum yang disertai dokumen pendukung.

"Orang sudah banyak tahu mana yang istri saya mana tidak. Nanti saya ada upaya hukum, biasa itu mau memeras saya," ujarnya. [ray]