Kapolri Imbau Waspadai Hari Terakhir Mudik dan Libur Wisata

·Bacaan 1 menit

VIVA – Petugas penyekatan diminta semakin meningkatkan penjagaan jelang Idul Fitri, yang tinggal lima hari lagi. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, tak ingin ada pemudik yang lolos di pos pemeriksaan.

Terutama di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Dimana kebiasaan masyarakat menyebrang saat malam hingga pagi hari.

"Saya memang tahu di wilayah Banten untuk arus yang melakukan kegiatan mudik di tahun sebelumnya, kecenderungannya akan semakin ramai saat akan menjelang malam dan menjelang pagi. Ini tentunya rekan-rekan harus hadapi dalam beberapa hari terakhir," kata Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di Dermaga Eksekutif Merak, Minggu 9 Mei 2021.

Baca juga: Ramadhan Sehat, Menko Muhadjir Jalan Kaki ke Kantornya

Libur Idul Fitri juga biasanya dimanfaatkan warga untuk berwisata, Maka objek wisata yang masuk dalam zona merah diinstruksikan harus ditutup. Sedangkan objek wisata yang buka, harus berdiri posko untuk mengingatkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

Pembagian masker ke wisatawan hingga pengecekan kesehatan wajib dilakukan, untuk memastikan masyarakat yang berlibur dalam kondisi sehat.

"Kemudian lakukan kegiatan pengecekan secara random, suhunya di periksa, sehingga kita yakin pengunjung yang masuk kondisinya aman," terangnya.

Petugas jaga dan penyekatan di setiap cek point hingga destinasi wisata, juga harus sehat hingga menerapkan prokes, agar tidak terpapar virus Corona.

Penyekatan arus mudik dan pengetatan di objek wisata, diharapkan bisa mencegah penyebaran virus COVID-19 di Indonesia, yang sudah mulai bisa dikendalikan.

"Rekan-rekan juga harus dalam kondisi sehat, lakukan swab antigen, saat akan dinas atau turun dinas melaksanakan. Sehingga kita yakin aman dan keluarga selamat," kata mantan Kapolda Banten itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel