Kapolri jamin pelaksanaan puncak KTT G20 di Bali berjalan aman

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat memimpin langsung apel gelar pasukan Operasi Puri Agung 2022 di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Bali, Senin, menjamin pelaksanaan KTT G20 di Bali berjalan aman .

Kapolri Sigit Prabowo mengatakan untuk mengamankan rangkaian puncak KTT G20, Polri menyelenggarakan operasi terpusat Puri Agung 2022 dimulai tanggal 8 sampai dengan 17 November 2022 di tiga wilayah hukum Polri, yaitu Polda Bali, Polda Jatim dan Polda NTB.

"Apel gelar pasukan ini diselenggarakan secara serentak di Polda Bali, Polda Jatim Polda NTB sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan pengamanan pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, pemerintah daerah, BPBD dan mitra kamtibmas lainnya," tutur dia.

Operasi pengamanan tersebut, kata dia, akan menjadi etalase Polri di mata internasional dengan melibatkan 9.700 personel dan 3.699 pasukan cadangan yang ada di Mako Brimob dan 11 Satbrimobda dengan dukungan kemampuan khusus dan teknologi modern yang terintegrasi melalui Command Center.

Dia mengatakan dalam operasi ini terdapat pembatasan komando dan pengendalian pada masing-masing penanganan dari ring pengamanan dimana Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) bertanggung jawab pada ring 1, TNI bertanggung jawab pada ring 2 dan Polri bertanggung jawab kepada ring 3.

"Khusus ring 3 adalah lapisan terluar yang berinteraksi langsung dengan masyarakat umum, Polri dituntut untuk menampilkan sosok pengamanan yang humanis, ramah, namun, tegas ketika dibutuhkan sehingga mampu mereduksi potensi yang mengganggu jalannya KTT G20," kata Kapolri Sigit Prabowo didampingi Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Bali.

Baca juga: Komunitas di Bali kampanyekan energi bersih terbarukan sambut KTT G20

Baca juga: Indonesia dinilai dalam posisi ideal mainkan peran di tataran global

Dia mengatakan kunci keberhasilan pengamanan KTT G20 adalah soliditas dan keterpaduan antara unsur-unsur terkait yaitu Paspampres, TNI, Polri, BNPB dan unsur terkait lainnya.

Untuk menunjang keberhasilan tersebut, kata dia, komunikasi dan koordinasi dengan panitia nasional penyelenggaraan nasional panitia presidensi/keketuaan G20 harus diperkuat, sehingga seluruh kegiatan dapat terdukung dengan pengamanan yang baik.


"Seluruh personel harus fokus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman sekecil apa pun, kita harus prediktif dan responsif terhadap situasi kontijensi yang mungkin terjadi mulai dari ancaman terhadap rangkaian acara delegasi, ancaman terorisme sampai dengan bencana alam yang mungkin terjadi di luar kendali kita," tutur dia.

Selain itu, Polri telah mempersiapkan manajemen risiko dan responsif ketika ancaman terhadap jalannya rangkaian KTT G20. Dia memastikan dengan dukungan operasi yang ada, KTT G20 dapat berjalan optimal termasuk dalam situasi kontijensi dan juga keamanan proto escape dan safe house yang dapat berubah sesuai dengan situasi lapangan.

Dia juga mengimbau kepada seluruh personel Polri untuk menjaga kepercayaan pemerintah dan masyarakat terhadap Polri untuk menjadi bagian dari pengamanan KTT G20 dengan melaksanakan tugas pengamanan sebaik-baiknya.

"Melalui operasi kepolisian terpusat Puri Agung 2022, mari kita tunjukkan kepada dunia sosok Polri sebagai pelindung, pengayoman masyarakat yang presisi, sehingga dapat mewujudkan Polri yang presisi, dipercaya dan dicintai masyarakat," ujar Kapolri Sigit.


Baca juga: Jenderal Polisi Listyo S Prabowo tinjau lokasi KTT G20 di Bali

Selain itu, pada kesempatan tersebut terdapat beberapa penekanan untuk dipedomani dan dilaksanakan oleh anggota Polri dalam menjalankan tugas pengamanan KTT G20 yakni melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab yang dilandasi keikhlasan kepada Tuhan yang maha esa sebagai ibadah, melakukan tindakan kepolisian secara humanis, namun tetap tegas berdasarkan asas profesional, proporsional dan akuntabilitas.

Dia meminta para pimpinan setiap tingkatan harus turun langsung untuk melakukan pengendalian yang melekat, sehingga seluruh tindakan sesuai dengan SOP yang berlaku untuk mengantisipasi segala kemungkinan situasi kontijensi mulai dari gangguan keamanan lalu lintas, aksi kriminalitas, huru hara, teror dan bencana alam.

"Mantapkan kerja sama sinergitas, soliditas dengan seluruh pihak terkait. Kedepankan komunikasi publik dalam mengambil tindakan. Dan pastikan masyarakat harus merasa bagian dari KTT G20," kata dia.