Kapolri Lantik 848 Perwira Pertama Polisi

TEMPO.CO, Sukabumi - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Timur Pradopo melantik sebanyak 848 perwira pertama polisi angkatan ke-41 tahun anggaran 2012 di Lapangan Sutadji Ronodipuro Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) --dulu disebut Sekolah Calon Perwira--, Sukabumi, Jawa Barat.

Perwira polisi ini terdiri dari dua jalur yaitu Sekolah Inspektur Polisi yang berasal dari peserta internal kepolisian, dan dari sumber sarjana yang merupakan jalur umum. Peserta dari internal sebanyak 800 orang, tetapi dua di antaranya meninggal dunia di awal pelatihan karena sakit, serta dari sumber sarjana sebanyak 50 orang.

Timur mengatakan pendidikan tersebut untuk membentuk perwira polisi yang tangguh dan profesional dalam menghadapi kondisi kekinian seperti konflik sosial dan teroris. "Tingkatkan terus kapasitas anda agar mampu menjadi agen-agen perubahan," kata Timur, Selasa 13 November 2012.

Sebelum pelantikan, Wakil Kepala Lembaga Pendidikan Polisi Setukpa Komisaris Besar Dewa Anom mengatakan peserta merupakan lulusan terbaik hasil seleksi baik di tingkat Markas Besar Polri maupun satuan kewilayahan.

Mereka terdiri atas berbagai jenjang pendidikan, yaitu sebanyak 565 orang dari sekolah menengah atas dan sederajat, 230 orang strata satu, dan 5 orang strata dua. Komposisi peserta berdasarkan kepangkatan terdiri dari 564 orang brigadir kepala, 170 ajun inspektur dua, dan 66 orang ajun inspektur satu.

Dari jalur sumber sarjana terdiri atas 37 pria dan 13 perempuan. Mereka berasal dari 14 disiplin ilmu, di antaranya ilmu komunikasi, psikologi, dan kedokteran. Peserta merupakan hasil seleksi dari 7.050 pendaftar. Namun, mereka yang lulus seleksi sebanyak 800 orang terdiri atas 706 pria dan 94 wanita.

Anom mengatakan peserta dari jalur internal mengikuti pendidikan selama tujuh bulan dimulai 12 April lalu, dan dari sarjana selama enam bulan terhitung sejak 14 Mei. Peserta diberikan sebanyak 35 materi pelajaran baik kognitif, afektif dan psikomotorik. "Sebanyak 40 persen kognitif, 40 persen afektif dan 20 persen psikomotorik," kata Anom sebelum pelantikan.

Dia mengatakan, seusai pendidikan, peserta dinyatakan lulus seratus persen dengan pangkat inspektur dua. "Penempatan mereka seusai pendidikan ditentukan oleh Sumber Daya Manusia Mabes Polri," kata Anom.

RUSMAN PARAQBUEQ

Berita terpopuler lainnya:

Cerita Soedirman Palsu di Atas Tandu  

Begini Asal-usul Keluarga Jenderal Soedirman

Alasan PPP Mau Calonkan Rhoma Irama Jadi Presiden 

Di Sekolah, Jenderal Soedirman Dijuluki Kaji

Teka-teki Rambut Putih Obama 

Di Mana Holly Petraeus Saat David Akui Selingkuh?

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.