Kapolri Minta Anggotanya Untuk Jaga Emosi

·Bacaan 1 menit
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keterangan saat rilis kasus narkoba jaringan Timur Tengah di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/6/2021). Ratusan paket sabu dikemas dengan tiga jenis paket yang berbeda. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan anggotanya untuk mengontrol emosi. Sebab, emosi sangat berpengaruh pada kinerja.

"Jaga emosi jangan terpancing karena emosi yang mudah meledak dan tidak bisa dikontrol mungkin juga akan mengakibatkan perbuatan yang tidak terukur dan ini juga berdampak," kata Listyo seperti dikutip dalam rekaman video yang diunggah Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi Polri, Kamis (28/10/2021).

"Apalagi bagi rekan-rekan yang diberikan kewenangan khusus oleh undang-undang. Nah ini berpotensi menjadi masalah bagi organisasi," sambung dia.

Listyo menyampaikan hal tersebut saat berpidato di hadapan anggota Polri yang baru selesai menjalani pendidikan Sespim Polri.

Listyo mengatakan, mereka adalah calon pemimpin Polri di masa yang akan datang. Listyo mengaku sangat menaruh harapan agar menjadi pemimpin yang menguasai lapangan, bergerak cepat, inovatif, responsif dan peka terhadap suatu perubahan situasi.

"Ini yang selalu saya tekankan," ucap Kapolri.

Keluar dari Zona Nyaman

Listyo mengingatkan, seorang pemimpin harus berani keluar dari zona nyaman salah satunya dengan turun langsung ke lapangan.

"Untuk mengetahui apa yang ada di sekitar anak buah, apa yang disampaikan kepada masyarakat," tandas dia.

Tak dipungkiri, Listyo juga memahami bahwa hal ini tidak gampang, namun bisa dilakukan.

"Mudah diucapkan tapi tidak mudah untuk dilaksanakan tapi ini saya yakin rekan-rekan semua mampu untuk melaksanakan ini. Karena rekan-rekan adalah pemimpin-pemimpin yang membawa perubahan untuk masa depan institusi yang lebih baik," tandas dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel