Kapolri minta Forkompimda Jateng kendalikan 'mobility index'

·Bacaan 2 menit

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Jawa Tengah dapat mengendalikan 'mobility index' atau indeks mobilitas masyarakat dengan mengoptimalkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

"Di dalam PPKM darurat ada pembatasan pergerakan masyarakat dengan memisahkan sektor esensial dan kritikal, di luar sektor itu tetap di rumah sehingga laju perkembangan penularan COVID-19 dapat diminimalisir," kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan tertulis meninjau 'Serbuan Vaksinasi Nasional' di Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat.

Dalam tinjauan bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, ia menyampaikan peningkatan kasus positif COVID-19 beberapa hari terakhir secara nasional mencapai 38 ribu kasus, dan keterisian tempat tidur rumah sakit atau 'bed occupancy rate' (BOR) mencapai 80-90 persen.

Baca juga: Kapolri sosialisasikan vaksinasi saat tinjau PPKM darurat di DIY

Sigit mengingatkan kondisi tersebut perlu diwaspadai oleh setiap pemerintah daerah agar kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi yang utama dijaga.

"Titik penyekatan dari tingkat kecamatan dan kabupaten agar diperiksa betul sehingga bisa menyaring yang boleh lewat," kata Sigit.

Mantan Kapolda Banten ini meminta PPKM mikro yang berlaku di sejumlah kabupaten/kota terus dilaksanakan, termasuk memasifkan testing dan tracing (pelacakan-red) yang diperkuat dengan treatmen atau merawat orang terpapar utamanya yang tanpa gejala.

Dalam upaya treatmen ini, kata Sigit, perlu dipastikan obat-obatan maupun kebutuhan harian warga yang melaksanakan isolasi mandiri terpenuhi dengan baik.

"Pastikan kelola limbah penanganan COVID-19 (masker, sarung tangan, dan azmat) dengan baik sehingga tidak menjadi sarana penularan," kata Sigit.

Baca juga: Polda DIY siapkan selter isolasi mandiri bagi anggota Polri

Untuk mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok atau 'herd immunity', Sigit mengharapkan akselerasi Forkompimda Jawa Tengah untuk memperluas vaksinasi massal sehingga dalam satu minggu masyarakat yang mendapat vaksin mencapai satu juta.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menambahkan percepatan proses vaksinasi merupakan formula ampuh untuk mengurangi kasus positif COVID-19 di Tanah Air.

"Percepatan vaksinasi dengan target masing-masing 4.000 maka pada awal Agustus 2021 'herd immunity' bisa tercapai," kata Hadi.

Selama kunjungan kerja di Solo, Kapolri dan Panglima TNI meninjau dua lokasi vaksinasi massal, yakni di Gedung Perkumpulan Masyarakat Solo (PMS) dan Gedung Wanita Sarana Krida Kusuma.

Baca juga: Kapolri yakin 'herd immunity' terbentuk akhir Agustus di Jawa Timur

Untuk diketahui, sasaran vaksinasi Jawa Tengah telah mencapai 5.508.595 orang. Rinciannya dosis pertama 3.772.042 orang (68,48 persen) dan dosis kedua 1.955.834 orang (35,51 persen). Rata-rata vaksinasi harian periode pertama hingga 7 Juli 2021 sebanyak 72.466 orang per hari.

Sementara itu jumlah penyekatan PPKM darurat sebanyak 236 titik. Rinciannya empat titik 'cek point' antarprovinsi, 39 titik 'cek point' antarkabupaten/kota 141 pos pembatasan dan 52 pos pengendalian. Jumlah personel yang dilibatkan sebanyak 2.526 anggota.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel