Kapolri Minta Operasi Zebra Kedepankan Edukasi, Bukan Penilangan

Bayu Nugraha, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 1 menit

VIVAKapolri Jenderal Polisi Idham Azis memerintahkan Korps Lalu Lintas (Korlantas) mengedepankan proses edukasi dalam pelaksanaan Operasi Zebra Jaya tahun 2020. Ia meminta tindakan tilang dan target tilang bukan keharusan.

"Sebagaimana arahan Pak Kapolri Jenderal Idham Azis, beliau memberikan arahan bahwa Operasi Zebra tahun ini lebih mengedepankan simpatik dan edukasi. Tidak ada tilang dan target tilang," ucap Kepala Divisi Hubungan Masyrakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan, Kamis 29 Oktober 2020.

Baca juga: Contraflow di Tol Japek Diperpanjang, Mulai Km 47 hingga Km 65

Anggota diminta dalam pelaksanaan mengedepankan tindakan persuasif dan humanis. Mantan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya itu mengatakan, Operasi Zebra saat masa Pandemi COVID-19 ini lebih berorientasi pada kegiatan simpatik. Contohnya seperti penyuluhan, penerangan, bagi masker, sembako dan kegiatan sosial lainnya.

"Operasi kemanusiaan di tengah pandemi lebih dibutuhkan masyarakat," kata dia.

Untuk diketahui, Operasi Zebra dimulai dari 26 Oktober 2020 hingga 8 November 2020. Selama dilakukan, ada delapan fokus operasi yaitu, sepeda motor yang tidak menggunakan helm standar (SNI), pengendara roda empat yang tidak menggunakan safety belt, mengemudikan ranmor dalam pengaruh alkohol, pengendara yang melawan arus, mengendarai melebihi batas kecepatan, pengemudi yang menggunakan ponsel pada saat berkendara, pengendara yang masih di bawah umur, dan keabsahan administrasi ranmor (surat-surat).