Kapolri Nonaktifkan Irjen Ferdy Sambo Dinilai sebagai Asas Praduga Tak Bersalah

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Ali menilai langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menonaktifkan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo sebagai sikap yang mengedepankan asas praduga tak bersalah. Penyelidikan kasus adu tembak anak buah Sambo dinilai bakal lebih berjalan lancar dan tidak lagi membuat tanya-tanya publik.

"Jadi penonaktifan Sambo itu saya lihat sebagai asas praduga tak bersalah. Jadi semata mata ingin melakukan upaya penyelidikan supaya berjalan lancar dan kemudian publik tidak bertanya-tanya ya," katanya kepada wartawan, Selasa (19/7).

Ali menilai, langkah Kapolri ini memang sebagai konsekuensi tim khusus yang dipimpin Wakapolri. Dalam kasus ini, posisi Sambo berhubungan erat dengan kasus penembakan itu. Istri Sambo diduga menjadi korban pelecehan, hingga jabatan yang diemban Sambo sebagai Kadiv Propam.

"Kemudian untuk memudahkan semua proses itu supaya psikologi tidak ada bahkan langkah itu adalah penonaktifan sementara oleh Kapolri ini satu wujud keterbukaan dan ini komitmen yang dilakukan Pak Kapolri untuk membuka kasus ini seterang terangnya. Jadi semua orang yang berpotensi menghambat, ini pasti dia tidak kompromi," jelas politikus NasDem ini.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menonaktifkan Irjen Ferdy Sambo dari jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri. Adapun alasannya masih terkait upaya penanganan kasus adu tembak anggota yang terjadi di Komplek Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

"Mencermati perkembangan yang ada termasuk spekulasi-spekulasi yang berkembang, jadi saya putuskan bahwa mulai hari ini, mulai malam ini, jabatan Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam saat ini dinonaktifkan," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/7). [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel