Kapolri, Panglima TNI, Kepala BNPB Turun ke Kudus Atasi COVID-19

·Bacaan 3 menit

VIVAPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito, meninjau Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kudus menjadi wilayah yang lonjakan kasusnya tertinggi pasca Lebaran 1442 H lalu.

Kunjungan ini dilakukan setelah Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala BNPB meninjau pelakasanaan vaksinansi di Kabupaten Blora, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Pati.

Dalam tinjauannya, Kapolri mengaku sangat prihatin dengan meningkatnya COVID-19 di Kabupaten Kudus ini. Ia meminta kepada semua pihak, termasuk TNI dan Polri, agar lebih intensif dalam penanganan COVID-19.

Baca juga: Cerita Megawati, Saat Bung Karno Minta Dicarikan Kuda Jinak

Dari data yang diterima, Sigit mengatakan, jumlah yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Kudus sebanyak 7.975 orang. Kemudian yang sembuh sebanyak 5.918 orang, dan yang meninggal dunia sebanyak 659 orang. Hal ini menjadi perhatian khusus Kapolri bersama Panglima dalam menangani COVID-19 di Kabupaten Kudus.

"Hal ini memang menjadi perhatian kami, dengan adanya ketersediaan tempat tidur di tujuh rumah sakit di Kabupaten Kudus yang semakin menipis, dari 393 tempat tidur isolasi sudah terisi 359 tempat tidur (91 persen). Sementara ruang ICU dari jumlah 41 tempat tidur sudah terisi 38 tempat tidur (92 persen)," kata Sigit, Minggu 6 Juni 2021.

Dengan kondisi tersebut, lanjut mantan Kabareskrim Mabes Polri itu, membuat Kabupaten Kudus dalam kondisi yang kurang baik. Apalagi jika terjadi penambahan kasus aktif di wilayah sekitarnya.

Untuk itu, dia meminta semua intansi baik TNI dan Polri, bersama-sama menangani COVID-19 di Kabupaten Kudus agar kembali pulih.

“Masalah COVID-19 merupakan tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah, TNI ataupun Polri saja. Tetapi hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memutus mata rantai COVDI-19, karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Oleh karena itu kita semua harus bergerak bersama," jelasnya.

Menurutnya, saat ini pemerintah, TNI dan Polri sangat membutuhkan peran serta masyarakat dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19. Peran serta masyarakat yang dimaksud adalah meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. Yakni memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

Untuk mencegah penambahan angka COVID-19, Polri bersama TNI telah menyiapkan delapan unit kendaraan water canon. Water canon ini disiapkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara masal dan berkala di semua tempat yang ada di Kabupaten Kudus.

"Water canon ini akan berjalan tiga hari sekali di Kabupaten Kudus untuk melakukan penyemprotan disinfektan dengan pola berjalan sesuai dengan arah. Pertama untuk menyehatkan situasi, kedua memberikan wawasan kepada masyarakat, ketiga PPKM Mikro harus lebih maksimal dalam penangan COVID-19 di Kudus ini. Jika masih kurang, kita akan tambah lagi water canon," jelas Sigit.

Sigit juga menyampaikan, bahwa ia telah memerintah Kapolda Jawa Tengah untuk lebih fokus menangani enam desa yang terpapar COVID-19 untuk menerjunkan satu SSK (Satuan Setingkat Kompi) pasukan Brimob, agar menjaga keenam desa tersebut. Sehingga, warga yang sedang menjalani isolasi mandiri tidak beraktivitas di luar rumah.

"Selain itu, semua pasukan baik dari Babinsa, Bahbinkamtibmas, Bataliyon dan Brimob, serta tenaga kesehatan, semuanya kita floting di Kabupaten Kudus ini. Dengan harapan, kita ingin Kabupaten Kudus kembali ke semula, target kita COVID-19 harus hilang dari Kabupaten Kudus," jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel