Kapolri: Penerimaan Dana Freeport Dihentikan

INILAH.COM, Jakarta - Kapolri Jenderal Timur Pradopo menegaskan akan menghentikan penerimaan dana pengamanan dari PT Freeport Indonesia.

Timur menyadari penerimaan dana tersebut menjadi polemik besar di tengah masyarakat, karena dinilai menerima dana ilegal dari pihak perusahaan asing. "Saya kira yang terbaik itu (tidak lagi menerima dana Freeport, Red)," kata Timur usai ibadah sholat Jumat di Masjid Al Ikhlas Mabes Polri, Jakarta, Jumat (4/11/2011).

Timur menjelaskan, Polri akan mengatur kembali dana operasional pengamanan obyek vital negara speerti area pertambangan emas Freeport di Mimika, Papua.   

"Saya kira semua menjadi evaluasi bagi kita bagaimana melengkapi kemudian memenuhi kebutuhan, tentunya nanti kita anggarkan. Sekali lagi itu yang bisa kita lakukanoptimal untuk mendukung operasi, khususnya di tempat-tempat sulit," jelas Timur.

Sebagaimana diketahui, lokasi penambangan emas terbesar di dunia, di situs Grasberg, Mimika, Papua, memiliki kontur alam yang sulit yakni cuaca yang sangat dingin, dan bersalju pada bulan-bulan tertentu.

Selain itu area perbukitan yang terjal, mengharuskan patroli pengamanan menggunakan kendaraan khusus seperti mobil dengan kapasitas mesin CC 4000 ke atas, dan four-wheel drive  (4X4). Kendala inilah yang dikategorikan sulit oleh Timur, dan memerlukan dana operasional yang lebih tinggi dari pada wilayah lain. [mah]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.