Kapolri: Polri Kedepankan Penegakan Hukum di Papua

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengungkapkan bahwa saat ini anggotanya di lapangan sedang melakukan penegakan hukum untuk para pelaku penembakan di Papua.

"Proses penegakan hukum yang kita kedepankan, terutama pelanggaran hukum yang ada di Abepura, menyangkut semua kota yang ada di Jayapura, Puncak Jaya, Timika, tentunya semua dalam proses penyidikan, tetapi kita tunggu saja hasil proses peradilan," ungkap Timur di Gedung Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2012).

Timur pun mengaku bahwa pihaknya tidak melakukan penambahan personel Polri untuk mengusut sejumlah kasus penembakan di Papua.

"Tentu kita sesuaikan, sekarang belum (ada penambahan personel)," terang Timur.

Seperti diketahui, Selasa (29/5/2012), seorang warga negara Jerman, Dietman Pieper, ditembak saat bersantai di pondok wisata Port Numbay, Distrik Japut, Kelurahan Tanjung Ria, Jayapura.

Korban mengalami luka dan dirawat di RS di Singapura setelah sebelumnya dirawat di RSUD Jayapura.

Kemudian, Senin (4/6/2012), seorang remaja bernama Gilbert Febrian Madika (16) menjadi korban penembakan orang tidak dikenal di kawasan Skyline Jl Raya Jayapura-Abepura sekitar pukul 21.30 WIB.

Kejadian penembakan pun kembali terjadi esok harinya, Selasa (5/6/2012), sekelompok orang tidak dikenal melakukan penembakan terhadap dua orang warga sipil, Iqbal Rival dan Hardi Javanto. Peristiwa tersebut terjadi di Jayapura, atau tepatnya Jalan Raya Jayapura menuju Abepura.

Pada hari yang sama, Selasa (5/6/2012) anggota TNI Pratu Frangki Kune (25) ditemukan terkapar bersama dua warga sipil yang ditembak Orang Dikenal (OTK). Para korban penembakan tersebut harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit.

Setelah itu, Rabu (6/6/2012) sekitar pukul 21.10 WIT penembakan kembali terjadi di Jalan Baru belakang Kantor Walikota Jayapura, Arwan Apuan seorang PNS Perhubungan Kodam XVII Cendrawasih harus dirawat intensif setelah peluru mengenai leher kiri tembus rahang kirinya.

Kemudian baru-baru ini seorang satpam pertokoan Saga Mall Abepura yang nyambi menjadi tukang ojek menjadi korban penembakan OTK di halaman FKIP Universitas Cenderawasih, korban Tri Surono (35) tewas di lokasi kejadian dengan luka tembak di leher bagian belakang dan punggung.

Kemudian penembakan terjadi bertepatan dengan HUT Bhayangkara 1 Juli 2012, kali ini peristiwa kekerasan tersebut menimpa iring-iringan Komandan Batalyon (Danyon) 431 Kostrad Letkol Inf Indarto oleh kelompok orang tidak dikenal (OTK), di Kaliup sekitar Arso, Jayapura.

Akibat aksi penembakan tersebut, pengemudinya terluka terkena pecahan mobil dan Kepala Desa Sawia Tami Yohanes Yanufrom yang ikut dalam rombongan Dayon 431 meninggal dunia dengan luka tembak di kepala akibat tembakan yang lepaskan OTK.

KLIK JUGA:

  • Hartati Murdaya Angkat Bicara Soal Bupati Buol
  • Ada Dugaan Anggaran Rekening 99 Disalahgunakan?
  • Agung Laksono: Saya Tak Tahu Dana Rp 9 miliar ke DPR
  • KPK: Kadis PU Riau Belum Dibawa ke KPK
  • Menkopolhukan Tampik Ada Operasi Militer di Papua
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.