Kapolri Prihatin Peredaran Narkoba di Indonesia Masih Tinggi

·Bacaan 2 menit

VIVAKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku prihatin peredaran narkoba di Indonesia di tengah situasi pandemi COVID-19, masih tinggi. Padahal, Polri sedang membantu pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan virus corona.

“Artinya, kita prihatin bahwa Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah konsumen sangat besar, terbukti dengan beredarnya narkoba dalam kurun waktu yang tidak lama,” kata Sigit di Mapolda Metro Jaya, Senin, 14 Juni 2021.

Beberapa waktu lalu, kata Sigit, Polri melalui jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim bersama Satgas Merah Putih berhasil menggagalkan peredaran narkoba sebesar 2,5 ton sabu jaringan Timur Tengah.

Kini, jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat menggagalkan peredaran narkoba sebesar 1,129 ton sabu di empat lokasi yakni Gunung Sindur Bogor, Pasar Modern Bekasi, Apartemen Basura dan Apartemen Gren Pramuka, Jakarta Timur.

“Jadi kalau kita lihat dalam satu bulan ini kurang lebih hampir 3,6 ton narkoba yang berhasil kita amankan. Kalau kita hitung selama tiga bulan mulai Januari, mungkin kurang lebih ada sekitar 5 ton lebih,” ujarnya.

Walau sudah diungkap, lanjut dia, ini merupakan gambaran yang menjadi keprihatinan bersama dan tantangan terhadap generasi bangsa Indonesia.

“Oleh karena itu, kita terus melaksanakan apa yang sudah menjadi perintah Bapak Presiden untuk melakukan pengejaran sampai ke akarnya terkait masalah peredaran narkoba,” ujarnya.

Sementara Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto menjelaskan, seluruh jajaran Polri terus memerangi kejahatan narkotika sesuai arahan Kapolri Jenderal Sigit. Kini, Polri mengungkap peredaran narkoba jaringan Timur Tengah lagi.

“Pascasatu bulan pengungkapan 2,5 ton sabu jaringan Timur Tengah, Polda Metro Jaya kembali mengulang kesuksesan mengungkap sabu sebanyak 1,129 ton sabu dari Timur Tengah,” kata Agus.

Menurut dia, tingginya angka kasus peredaran narkotika menunjukkan bahwa jajaran kepolisian telah melakukan instruksi Kapolri untuk melakukan penindakan.

“Barang bukti cukup banyak menunjukkan bahwa peredaran gelap narkotika masih marak. Kita akan bekerja dengan stakeholder lainnya seperti BNN, Ditjen Pas, Ditjen Bea Cukai dan para pegiat anti narkotika untuk memerangi peredaran gelap narkoba,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel