Kapolri soal Kasus Brigadir J: Pengambil dan Penyimpan CCTV sudah Diperiksa

Merdeka.com - Merdeka.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkomitmen mengungkap kasus penembakan Brigadir J di rumah Kadiv Propam non aktif Irjen Pol Ferdy Sambo secara terang benderang. Hal itu menjadi amanat Presiden Jokowi kepada Kapolri.

Kapolri menjawab pertanyaan publik terkait CCTV yang diambil oleh pihak tertentu usai kasus penembakan Brigadir J terungkap. Sigit menegaskan, Timsus sudah mengetahui dan tengah memeriksa pihak yang mengambil serta menyimpan CCTV di pos satpam kawasan rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

"Ada CCTV rusak yang diambil pada saat di satpam, sudah kita dalami dan sudah kita dapatkan proses pengambilan dan siapa yang mengambil juga sudah kita lakukan pemeriksaan," ujar Kapolri di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8).

Kapolri menyampaikan Timsus masih melakukan proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi tersebut. Nanti, lanjut Sigit, keputusannya apakah ini masuk dalam pelanggaran kode etik maupun pelanggaran pidana.

"Nanti akan diputuskan yang jelas pemeriksaan masih berlanjut namun demikian hal itu dapatkan siapa yang melakukan Siapa yang mengambil Siapa yang menyimpan. Dan semuanya nanti akan kita buka pada saat prosesnya tuntas tapi yang jelas kita tentunya akan mengambil langkah-langkah secara cepat," jelas dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, berkomitmen untuk mengungkap terang benderang kasus penembakan Brigadir J di rumah Kadiv Propam non aktif Irjen Pol Ferdy Sambo.

Sigit mengatakan, sudah ada 25 personel yang telah diperiksa oleh Tim Khusus. Mereka diperiksa atas dugaan tidak profesional.

"Ini kita periksa terkait dengan ketidakprofesionalan dalam penanganan TKP dan juga beberapa hal yang kita anggap itu membuat proses olah TKP dan juga hambatan-hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan. Yang tentunya kita ingin semua berjalan dengan baik," jelas Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8).

Sigit kemudian membeberkan telah memeriksa tiga jenderal bintang satu dan lima kombes dalam kasus ini. Ada juga dua perwira dengan pangkat kompol hingga memeriksa tamtama juga bintara.

"Personel dari kesatuan Div Propam, Polres, dan juga beberapa personel dari Polda dan Bareskrim," kata dia. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel