Kapolri Ungkap Hoaks Jadi Penyebab Sebagian Tempat Sulit Dilakukan Vaksinasi COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut masih ada sebagian tempat yang sulit dilaksanakan vaksinasi COVID-19. Ia menyebut, hal tersebut dikarenakan munculnya informasi palsu atau hoaks terkait vaksin COVID-19.

Hal ini disampaikan Listyo saat meninjau program vaksinasi COVID-19 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 6 November 2021.

"Kami sudah berkeliling, ada di beberapa tempat yang sampai saat ini sangat sulit melaksanakan vaksinasi karena muncul hoaks dan muncul isu vaksin itu bertentangan dengan kaidah agama. Oleh karena itu, perlu ada penjelasan cukup panjang, bahkan sampai sekarang hal tersebut masih kita hadapi," kata Sigit dikutip dari Antara, Minggu (7/11/2021).

Sigit mengapresiasi, peran penting tokoh lintas agama yang terus mendorong akselerasi vaksinasi sebagai upaya mengatasi pandemi COVID-19.

Sigit menjelaskan bahwa Pemerintah sudah menentukan bahwa Labuan Bajo menjadi salah satu destinasi superprioritas. Oleh karena itu, ia menargetkan capaian 70 persen vaksinasi COVID-19 masyarakat di Manggarai Barat. Capaian vaksinasi itu merupakan modal penting untuk mewujudkan harapan pemerintah.

"Tentunya kita memiliki kepentingan bersama, bagaimana Labuan Bajo kita siapkan betul-betul menjadi destinasi superprioritas yang bisa menerima kehadiran turis domestik dan luar negeri," ucap Sigit.

Kunci lain agar dunia luar percaya bahwa Indonesia tempat aman untuk berkegiatan dan berwisata, kata dia, adalah dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang ramah menyambut para wisatawan, baik luar maupun dalam negeri.

"Walaupun negara kita terdiri atas berbagai macam suku, agama, dan bahasa, kita bisa menunjukkan Indonesia aman. Masyarakat ramah, dan itu semua bisa kita lakukan kalau kita menjaga persatuan dan kesatuan," tutup Sigit.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel