Kapolsek Bawa Sembako ke Rumah Zakiah Aini, Keluarga Jangan Dikucilkan

Dedy Priatmojo, Willibrodus
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kapolsek Ciracas Kompol Jupriono mengunjungi keluarga terduga teroris Zakiah Aini yang berada di kawasan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur. Dalam kunjungannya itu, Jupriono membawa serta sejumlah paket sembako kepada keluarga Zakiah.

Jupriono yang didampingi oleh ketua RT setempat langsung masuk ke rumah Zakiah. Ia menyerahkan paket sembako itu dan duduk sebentar untuk berbicara dengan keluarga Zakiah yang berada di rumah.

"Terlepas masalahnya apa, itu dalam proses penyelidikan dan penyidikan pihak Polda. Selaku Kapolsek, ini warga kita dan kita berempati, kita bergerak bahwa kita ini tidak melihat kejadiannya, tapi karena kepedulian ini warga kita," kata Juprioni, Kamis 1 April 2021

"Ada sedikit oleh-oleh, untuk kebutuhan sehari-hari di rumah dan bagi keluarga yang ditinggalkan," sambung Jupriono.

Jupriono menambahkan, bahwa pihak Kepolisian setempat akan tetap mengayomi dan melindungi warga. Saat bertemu keluarga Zakiah, Jupriono juga sempat berbincang dan memberi kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan Zakiah.

"Soal kejadiannya kemarin, kami minta keluarganya untuk bersabar dan tabah dalam menerima musibah ini. Kami akan tetap melindungi dan mengayomi warga," tambahnya.

Ia juga menganjurkan warga sekitar untuk tetap tetang. Kejadian Rabu kemarin sudah ditangani dan warga tidak boleh mengucilkan keluarga Zakiah dari lingkungan sekitarnya.

"Tidak perlu resah, karena kami akan hadir di setiap warga membutuhkan bantuan. Keluarga juga enggak boleh dikucilkan," ujar Jupriono.

Diketahui sebelumnya, seorang perempuan berinisial ZA nekat menyusup dan menyerang Mabes Polri seorang diri pada Rabu sore. Dia membawa senjata yang diduga airgun dan sempat menembaki aparat.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, pelaku ZA berusia 25 tahun beralamat di Jalan Lapangan Tembak, Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur, Jakarta.

ZA adalah anak ketiga pasangan MA dan S. Dia tercatat lahir di Jakarta pada 1995 dan beralamat di Ciracas, Jakarta Timur. ZA berstatus pelajar/ mahasiswa dan belum menikah. Ayahnya bekerja sebagai buruh harian dan ibunya tukang jahit.