Kapolsek yang Berfoto Bugil Belum Dinonaktifkan

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Priatmojo

TRIBUNNEWS.COM, WONOGIRI - Warga Wonogiri geger atas tersebarnya di dunia maya foto bugil dari diduga Kapolsek Eromoko. Santer disebutkan, Kapolsek tersebut kini dinonkatifkan dari jabatannya.

Kasubag Humas Polres Wonogiri, AKP Siti Aminah yang dihubungi Tribun Jateng menampik informasi tersebut. Menurutnya hingga hari ini, Kamis (31/10) Kapolsek yang dimaksud masih bekerja secara aktif seperti biasanya.

"Beliau masih aktif siapa yang bilang kalau sudah dinonaktifkan," ungkapnya.

Ditanya mengenai apakah foto bugil yang beredar merupakan foto dari Kapolsek Eromoko, AKP Siti mengatakan pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih jauh terkait hal itu.

Ia menjelaskan, pihak Polres Wonogiri telah memanggil yang bersangkutan, tadi pagi Kamis (31/10/2013). Pemanggilan, katanya, guna mendapat keterangan dari sang Kapolsek terkait foto-foto yang beredar di internet tersebut.

"Ini tadi yang bersangkutan sudah dipanggil ke Polres sekitar pukul 09.00 hingga 13.00. Dia datang sendiri kesini (Polres-red). Yang bersangkutan tadi dimintai keterangan sama Propam, ya ini masih sebatas meminta keterangan belum sampai ke ranah penyelidikan apalagi menonaktifkan. Sifatnya pun tadi informal," terangnya.

Saat ditanya sampai kapan pemeriksaan tersebut, AKP Siti belum bisa memberitahukan kapan tetapi jika nanti ada perkembangan informasinya akan disampaikan ke masyarakat secara terbuka.

"Kita kan belum tahu foto itu asli apa bukan. Perlu waktu untuk membuktikan kita butuh panggil ahlinya juga selain keterangan dari yang bersangkutan. Kalau memang ini nanti mengarah kepada kasus nah baru kita lidik dan informasi akan diberikan ke masyarakat secara terbuka," katanya.

Baca Juga:

Kapolsek yang Berfoto Bugil Belum Dinonaktifkan

Sergio Aguero Seorang Pengecut kata Maradona

Warga Keluhkan Lambatnya E-KTP

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.