Kapten Persita: Masih terlalu dini menakar peluang

Kapten tim Persita Tangerang Muhammad Toha menilai masih terlalu dini untuk menakar peluang Pendekar Cisadane pada Liga 1 Indonesia, mengingat musim baru memainkan 10 pekan pertandingan.

"Kalau 10 pertandingan saya rasa belum, masih terlalu dini. Masih banyak tim yang belum kita hadapi," kata Toha, melalui laman resmi klub, Kamis.

Persita sejauh ini memiliki tren positif di Liga 1 dan sementara duduk di posisi keenam klasemen dengan koleksi 19 poin buah dari enam kemenangan dan satu hasil imbang.

Di pertandingan terakhir mereka, Toha dkk memaksa PSIS Semarang bertekuk lutut di Stadion Indomilk Arena, Rabu (14/9) kemarin, kala Persita mengantungi kemenangan 1-0 berkat gol tunggal Ramiro Fergonzi.

"Saya ucapkan alhamdulillah dengan kemenangan dan tiga poin yang sangat penting bagi kita untuk tetap ada di papan atas," kata Toha.

Baca juga: Gol Ramiro Fergonzi kunci kemenangan Persita atas PSIS Semarang

Toha bersyukur dengan capaian saat ini, tetapi masih banyak laga yang harus dijalani untuk memantapkan posisi di klasemen akhir Liga 1 2022-23.

"Kita belum bisa menilai tim-tim yang akan dihadapi selanjutnya. Karena setiap tim memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing," ujarnya.

Tak lupa, Toha menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim, termasuk pemain dan pelatih, serta para suporter setia Persita.

"Terima kasih juga untuk teman-teman yang sudah bekerja keras dalam laga ini. Pelatih juga dan semua suporter yang turut datang mendukung langsung ke stadion, luar biasa. Ini menjadi tiga poin berharga bagi kita," kata Toha.

Persita akan kembali tampil pada 29 September mendatang melawan PSS Sleman dalam laga tandang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

"Pada intinya kita fokus di setiap pertandingan yang ada di depan mata, kita wajib kerja keras dan sebisa mungkin selalu meraih poin," pungkas pemain asal Bontang itu.

Baca juga: Bonek luapkan kemarahan gara-gara Persebaya kalah lagi
Baca juga: Arema FC siapkan 22 pemain hadapi juru kunci Persik Kediri