Kapten tim sepak bola putra Malut petik banyak pelajaran di PON Papua

·Bacaan 2 menit

Kapten tim sepak bola putra Maluku Utara Ichlasul Qadri mengaku memetik banyak pelajaran selama tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua terkait banyak hal, termasuk tentang naik turunnya penampilan di sebuah kompetisi.


Langkah Ichlasul dkk harus terhenti di fase penyisihan grup setelah mereka kalah 1-3 melawan Jawa Barat dalam laga pemungkas Grup A di Stadion Mahacandra, Kota Jayapura, Minggu.

Akibat kekalahan itu, Malut menutup penampilan mereka di PON Papua menempati posisi ketiga Grup A dengan raihan tiga poin saja dari tiga pertandingan yang dimainkan.


"Kalau kami di sini kan masih tahap belajar juga. Belajar menerima kekalahan, soal meraih kemenangan," kata Ichlasul dalam jumpa pers selepas laga.

"Kami sebagai pemain harus berbesar hati. Kami ucapkan selamat kepada Jawa Barat telah lolos ke babak selanjutnya.

"Yang jelas saya pribadi dan teman-teman akan berusaha membenahi diri, supaya lebih baik ke depannya," ujar dia menambahkan.

Kendati diwarnai beberapa keputusan kontroversial dari wasit Gideon F. Dapaherang yang merugikan tim Maluku Utara, Ichlasul enggan berkomentar banyak soal hal tersebut.

Baca juga: Maluku Utara legowo terima hasil pertandingan walau keluhkan wasit

Ia lebih menyoroti penampilan timnya sendiri, yang memang tampak kurang fokus dan terlambat menemukan performa terbaik dalam laga melawan Jabar.

Menurut Ichlasul, selisih kesempatan istirahat antara timnya dengan Jabar sedikit banyak memang mempengaruhi faktor kebugaran. Malut hanya punya waktu jeda satu hari, sebab pada Jumat (1/10) mereka menghadapi tuan rumah Papua, sedangkan Jabar bertanding sehari lebih awal melawan Nusa Tenggara Timur.

"Kami pemain awal start kurang fokus, terlambat panas juga mungkin. Seperti kurang siap, mungkin faktor kelelahan karena di jadwal pertandingan kami cuma dapat istirahat satu hari," katanya.

Baca juga: Sepak bola putra Jabar lewati Malut menuju enam besar PON Papua

"Setelah pertandingan intensitas tinggi melawan Papua, Jabar cukup diuntungkan punya waktu istirahat sehari lebih panjang dibandingkan kami. Jadi mungkin kami ada kelelahan fisik," tutup Ichlasul.

Selama tampil di PON Papua, Ichlasul dkk hanya membukukan satu kemenangan dengan skor 2-1 atas Nusa Tenggara Timur di pertandingan pertama.

Maluku Utara finis di posisi ketiga Grup A dan harus angkat koper lebih awal bersama NTT yang menjadi juru kunci klasemen akhir.

Baca juga: Lolos enam besar PON Papua, sepak bola putra Jabar kian percaya diri
Baca juga: Menteri BUMN tonton tim sepak bola tuan rumah vs NTT dalam PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel