Kapten TNI ditusuk garpu pipinya oleh pemuda mabuk

MERDEKA.COM. Perwira Seksi Operasi Kodim 0315/Bintan, Kapten Ridwan Ambarita dikeroyok enam pemabuk di pinggir Jalan Ir Sutami Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Peristiwa itu terjadi pada Senin dini hari.

Komandan Kodim 0315/Bintan, Letkol Inf Andi Asmara Dewa membenarkan peristiwa pengeroyokan yang menimpa anggotanya tersebut, oleh orang-orang yang diduga dipengaruhi minuman beralkohol.

"Benar, Kapten Ridwan Ambarita dikeroyok oleh lima hingga enam orang yang sedang mabuk pada Senin dini hari sekitar pukul 01.00 WIB," kata Andi di Tanjungpinang, Senin (13/5). Demikian tulis Antara.

Andi mengatakan, Kapten Ridwan Ambarita mendapat beberapa jahitan setelah pipi di bawah mata kirinya luka sobek sepanjang dua centi meter, akibat ditusuk dengan benda tumpul oleh pelaku pengeroyokan yang diketahui bernama Robi.

"Sepertinya pelaku menusuk dengan benda tumpul yang diduga kuat sendok garpu," katanya.

Menurut Dandim, kejadian tersebut bermula ketika Kapten Ridwan Ambarita hendak pulang usai makan nasi goreng di pinggir jalan yang berdekatan dengan Pujasera Pinang Rasa, Suka Berenang.

Pada saat hendak ke luar dengan mobilnya, seorang warga yang diketahui bernama Jerri berada di tengah jalan yang menghalangi mobilnya. "Meski diklakson beberapa kali oleh korban, pelaku tidak beranjak hingga korban keluar mobil menegurnya," jelas Andi.

Ditambahkan Dandim, meski ditegur pelaku tidak mau beranjak dan memukul Kapten Ridwan Ambarita, korban yang mundur untuk membalas pukulan tiba-tiba ditusuk dari belakang oleh pelaku yang diketahui bernama Robi dan beberapa orang lainnya.

"Pelaku Jerri sudah ditangkap pihak kepolisian, sementara pelaku Robi hingga saat ini masih dicari pihak kepolisian karena kabur dengan dibantu temannya menggunakan motor Mio saat kejadian," ujarnya.

Menurut Dandim, pihaknya sudah menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada Polres Tanjungpinang untuk dilakukan pengusutan tuntas.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.