Kapuskes TNI sebut mayoritas pasien COVID-19 Wisma Atlet adalah PPLN

Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayor Jenderal TNI dr. Budiman mengatakan bahwa sebesar 60 persen dari 43 orang pasien COVID-19 yang memperoleh perawatan di Wisma Atlet Kemayoran merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

"Berdasarkan data lebih rinci, 60 persen itu dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), sedangkan 40 persen adalah yang lokal, ya, yang domestik," kata Budiman kepada wartawan di Tower 1 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa.

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya masih memeriksa virus COVID-19 yang menginfeksi 43 orang pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran.

Pihaknya mengirimkan sampel dari pasien yang dirawat ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Balitbangkes Kemenkes RI, untuk memastikan apakah ada varian terbaru dari COVID-19, yakni varian BA.4 dan BA.5.

"Tapi yang jelas, yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu kami rawat di sini," ucapnya.

Selain untuk merawat pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, RSDC Wisma Atlet juga disiapkan oleh pemerintah untuk menjadi tempat isolasi bagi masyarakat Jakarta dan PPLN yang rumahnya tidak memiliki tempat untuk isolasi mandiri.

Untuk PPLN yang belum melakukan vaksinasi lengkap, maka harus menjalani karantina. Lebih lanjut, bagi PPLN yang sudah melakukan vaksinasi lengkap akan dianggap aman dan sudah sesuai dengan anjuran pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Budiman juga menjelaskan bahwa peningkatan yang belakangan ini terjadi di Indonesia sesuai dengan prediksi pemerintah setelah libur panjang. Pemerintah pun telah memerintahkan pihaknya untuk selalu siaga sehingga peningkatan kali ini sudah terkendali.

“Semua sudah terkendali. Pemerintah sudah memerintahkan untuk melanjutkan persiapan karena prediksi peningkatan kasus setelah libur panjang. Itu sudah kami siapkan,” ucap Budiman.

Kesiapsiagaan RSDC Wisma Atlet tidak tergantung mutlak kepada jumlah pasien, tutur Budiman, karena RSDC juga memiliki peran lain, yakni membantu percepatan vaksinasi, melakukan pendidikan dan pelatihan, serta melakukan riset.

Baca juga: Kebijakan pada PPLN cukup untuk cegah varian baru COVID-19

Baca juga: Reisa: PPLN sehat dengan vaksin lengkap atau penguat tidak dikarantina

Baca juga: Luhut ingatkan pemakaian masker waspadai varian baru omicron

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel