Karantina Pertanian: Ekspor Stevia tambah ragam komoditas baru

·Bacaan 1 menit

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, Bambang mengatakan, ekspor perdana tanaman Stevia ke Korea Selatan menambah ragam komoditas ekspor baru asal Sulawesi Utara.

“Alhamdulillah, ekspor perdana tanaman Stevia ini menambah ragam komoditas baru asal Sulut," kata Bambang di Manado, Selasa.

Tak hanya itu, ekspor Stevia ini membuka peluang besar bagi petani dan pelaku usaha di Provinsi Sulut untuk memacu kinerja ekspor pertanian.

Baca juga: Sumut ekspor kubis ke Malaysia dan Taiwan

"Patut diapresiasi kita dari Indonesia bersama-sama mampu melakukan ekspor langsung, tentunya kita patut berbahagia,” ungkapnya.

Hal ini, sebut dia, sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo bahwa di tengah kondisi pandemi COVID-19, sektor pertanian harus mampu memberikan terobosan sebagaimana yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulut.

Baca juga: Ekspor komoditas pertanian Lampung mencapai Rp5,6 triliun

Bambang juga mengatakan pihaknya akan terus lakukan pendampingan kepada petani guna memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari negara tujuan dan serangkaian tindakan guna penerbitan sertifikat karantina baik 'Pythosanitary Certificate' (PC) maupun 'Health Certificate' (HC).

“Kami selaku otoritas karantina pertanian, memberikan jaminan kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan baik ekspor, impor maupun antararea,” pungkas Bambang.

Setelah sukses beberapa bulan dibudidayakan, tanaman Stevia asal Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), resmi diekspor perdana.

Baca juga: Kementan minta pelaku usaha pertanian ikuti pasar global

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Manado melakukan sertifikasi ekspor terhadap dua ton tanaman Stevia tujuan Korea Selatan itu.

“Menurut informasi dari pengelola perkebunan, penyiapan lahan dan penanaman bibit sudah dilakukan dari tahun lalu dan terus dikembangkan sampai sepuluh tahun ke depan. Selanjutnya pihak Stevia Farm berencana akan mengembangkan perkebunan tersebut hingga 40.000 hektare dengan bermitra dengan petani lokal,” tambah Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel