Karantina rumah bukan pilihan bagi ribuan warga Filipina

MANILA (Reuters) - Sementara jutaan orang di Filipina menilai pembatasan ketat pergerakan sedikit menyulitkan, karantina rumah akan menjadi barang mewah bagi ribuan penduduk jalanan kota yang tidak memiliki rumah untuk tempat tinggal.

Namun tempat penampungan sementara yang didirikan di ibu kota Manila membuat hidup sedikit lebih mudah bagi mereka yang kehadirannya di jalanan melanggar kebijakan karantina wilayah virus corona, yang menempatkan mereka dalam risiko ditangkap.

Sejumlah tenda sejak minggu lalu telah didirikan di satu tempat penampungan di gedung olahraga di Manila, di mana orang-orang yang mengenakan masker kain tidur di atas tikar atau membaca buku, mengipasi diri dengan lembaran-lembaran kardus.

Tidak semua dari mereka berada di jalanan secara permanen. Beberapa telah melakukan perjalanan dari pedesaan untuk mencari pekerjaan, tetapi terdampar ketika pemerintah menutup ibu kota, sebuah kota yang berpenduduk sedikitnya 13 juta orang.

Pekerja sosial mengatakan kondisinya jauh lebih baik daripada di jalanan.

"Mereka diberi makan tiga kali sehari secara teratur," kata pekerja sosial Lourdes Penalosa.

"Kami memiliki persediaan popok yang bagus untuk bayi dan pembalut wanita. Mereka juga diperbolehkan mandi setiap pagi."

Filipina telah melaporkan 462 kasus corona dan 33 kematian, tetapi otoritas kesehatan khawatir bahwa jumlah infeksi bisa jauh lebih besar, dengan hanya sejumlah kecil tes yang dilakukan.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte sedang mencari hukum darurat untuk memungkinkannya mendistribusikan kembali dana dan meminta usaha swasta dan milik negara untuk membantu perang melawan pandemi itu.