Rajin Senyum, Prajurit TNI Diberi Warga 2 Hektare Tanah di Papua

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pendekatan sosial yang gencar dilakukan prajurit-prajurit Tentara Nasional Indonesia, yang melaksanakan tugas di tanah Papua, berbuah manis.

Bagaimana tidak, karena sering berkunjung ke rumah-rumah warga di Distrik Iniyandit, Kabupaten Boven Digoel, prajurit TNI Angkatan dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini, mendapatkan rezeki yang tak disangka-sangka.

Warga di Kampung Tetop, Distrik Inidanyit, tiba-tiba saja menghibahkan sebidang lahan dengan luas 2 hektare kepada prajurit TNI dari Satgas Batalyon Infanteri Mekanis 516/Caraka Yudha alias Yonif Mekanis 516/Branjangan.

Menurut Komandan Satgas RI-PNG Tonif Mekanis 516/Branjangan, Letnan Kolonel Muhammad Radhi Rusin, dalam siaran tertulisnya, dilansir VIVA Militer, Senin 26 Oktober 2020, tanah itu benar-benar diberikan secara cuma-cuma kepada TNI oleh warga. Tanpa meminta apalagi memaksa.

VIVA Militer; Warga serahkan 2 hektare tana ke prajurit Yonif Mekanis 516/CY.
VIVA Militer; Warga serahkan 2 hektare tana ke prajurit Yonif Mekanis 516/CY.

Warga merelakan tanah mereka diberikan sebagai hadiah kepada TNI AD, sebagai ungkapan terima kasih warga atas kepedulian dan kedekatan sosial yang selama ini dibangun prajurit-prajurit Satgas Yonif Mekanis 516/Branjangan.

Memang, selama ini prajurit TNI yang bertugas di Pos Tetop sering melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga, baik itu untuk sekadar memberikan senyuman, ngobrol atau memberikan bantuan.

Tanah seluas 2 hektare diberikan langsung oleh para tokoh warga, tokoh agama dan tokoh adat setempat langsung kepada Letnan Dua Eko Setyo Budi, sebagai komando Pos Tetop.

Letkol Muhammad Radhi Rusin mengatakan, selama melaksanakan tugas di Pos Tetop, prajurit TNI berlaku sopan dan lemah lembut kepada warga, baik orangtua maupun kepada anak muda.

"Hal ini tidak hanya menggambarkan kepedulian dan kecintaan rakyat kepada kepada TNI khususnya TNI AD, namun juga terkait dengan kemajuan pola fikir masyarakat mengenai wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara pada individu masyarakat yang semakin tinggi," kata Letkol Muhammad Radhi Rusin.