Karhutla, penerbangan Yogyakarta-Palangkaraya dan Samarinda dialihkan

Agus Salim

Sebanyak 10 penerbangan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta dan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, rute Palangkaraya dan Samarinda dialihkan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama di Kulon Progo, Rabu, mengatakan sejak Sabtu (14/9) ada beberapa maskapai yang tidak beroperasi akibat kabut asap yang berpengaruh pada kelayakan jarak pandang.

"Maskapai yang berasal dari Palangkaraya dan Samarinda rute Yogyakarta International Aiport (YIA) dan Bandara Adisutjipto tidak beroperasi," kata Agus Pandu.

Baca juga: Jamaah haji Bulungan pulang via darat karena asap ganggu penerbangan

Baca juga: Kabut asap ganggu penerbangan di bandara Kapuas Hulu

Ia mengatakan maskapai penerbangan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta yang membatalkan penerbangan atau mengalihkan rute dari Yogyakarta menuju Palangkaraya dan Samarinda, yakni Lion Air, Ekspres Air dan Nam Air.

"Rute yang mendarat di Bandara Adisutjipto Yogyakarta adalah rute dari Samarinda dan Pontianak yang membatalkan penerbangannya. Namun sejak hari ini, maskapai dari Palangkaraya sudah mulai melakukan penerbangan kembali, sedangkan rute dari Samarinda masih dialihkan ke Balikpapan," katanya.

Agus Pandu mengatakan rata-rata penerbangan di Bandara Adisutjipto sebanyak enam penerbangan dan di YIA ada empat penerbangan.

"Pembatalan penerbangan ini cukup membuat penumpang kecewa, seperti di Bandara Adisutjipto yang batal diterbangkan," katanya.

Baca juga: Kabut asap ganggu penerbangan di Kota Palangka Raya

Baca juga: Kabut asap kembali ganggu penerbangan di Sampit

Daerah tersebut, kata dia, dipilih karena tidak terdampak kabut asap. Selain itu, akses dari Samarinda ke Balikpapan dinilai bisa ditempuh lewat jalur darat. Namun dia memahami kondisi itu merugikan penumpang sebagai konsumen.

Dia berharap kondisi jalur penerbangan segera normal, karena banyak masyarakat yang pasti kecewa dengan kebijakan pengalihan rute ini. Apalagi penerbangan rute Yogyakarta-Samarinda atau Palangkaraya bisa membawa ratusan penumpang per harinya.

"Kami berharap kabut asap dapat diatasi karena dampaknya memang cukup besar, mengingat okupansi penerbangan di dua wilayah tersebut rata-rata di atas 60 persen," katanya.

Kabut asap 5 hari tidak ada penerbangan