Karier Kiper Fulham di PSG Hancur Gara-gara Gianluigi Buffon

Zulfikar Husein
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kiper Fulham, Alphonse Areola, mengatakan kedatangan Gianluigi Buffon ke Paris Saint-Germain (PSG) pada musim panas 2018 membuat kariernya hancur. Areola pun sesumbar bisa menjadi kiper utama PSG hingga saat ini jika Buffon tak datang ke Parc des Princes.

Areola adalah salah pemain jebolan akademi PSG, yang mendapatkan kontrak profesional pada 2013 sebelum dipinjamkan ke beberapa klub seperti Lens, Bastia, dan Villarreal. Musim 2016/2017, Areola menjadi kiper pelapis dari Kevin Trapp. Namun, musim berikutnya, ia berhasil menggeser Trapp.

Akan tetapi, PSG mendatangkan Buffon secara gratis dari Juventus pada awal musim 2018/2019. Kehadiran Buffon di skuad Les Parisiens membuat posisi kiper sering dirotasi dan Areola hanya bermain 21 laga di Ligue 1 musim itu.

Areola pun akhirnya dipinjamkan ke Real Madrid untuk menjadi pelapis Thibaut Courtois pada musim 2019/2020 dan saat ini ia kembali dipinjamkan PSG ke Fulham. Sementara itu, Buffon hanya bertahan semusim di PSG dan Les Parisiens mendatangkan Keylor Navas.

"Pada tahun Piala Dunia (2018), saya menjalani satu musim penuh (di PSG). Menurut saya, keberlanjutan karier saya adalah bertahan di PSG, klub tempat saya tumbuh," ujar Areola, seperti dilansir Canal Football, Selasa 2 Desember 2020.

"Setelah itu, Buffon bergabung dan jujur saja saya mencintai dia sampai mati, sebab dia idola saya. Tetapi, benar terjadi, saya akhirnya tak memiliki waktu bermain (karena Buffon datang)," ucapnya.

Musim ini, Areola sudah bermain 10 kali di semua kompetisi bersama Fulham dan sudah mencatatkan satu clean sheet di Premier League. Areola pun merupakan pilihan ketiga di Timnas Prancis di bawah Hugo Lloris dan Steve Mandanda.