Karir Politik Bupati Bogor Ade Yasin sebelum Terjaring OTT KPK

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjaring Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin alias Ade Yasin dalam Operasi Tangkap tangan (OTT). Ade Yasin dan pihak diduga Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat tersandung kasus dugaan suap.

Menengok ke belakang, Ade Yasin merupakan bupati petahana. Ia menjabat Bupati Bogor ke-12. Ade Yasin merupakan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Perempuan kelahiran 29 Mei 1968 ini menjabat Bupati Bogor sejak 30 Desember 2018 didampingi wakilnya Iwan Setiawan. Saat 2018 silam, pencalonan Ade Yasin-Iwan Setiawan diusung PPP, PKB dan Gerindra. Mereka mendapat nomor urut 2.

Sukses mengungguli empat pasangan calon, Ade-Iwan mendulang 912.221 suara atau 41,2 persen.

Menarik lagi ke belakang, sebelumnya Ade Yasin sempat duduk di Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Bogor periode 2014-2018, Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor periode 2009-2014. Serta ia merupakan seorang advokat sebelum terjun ke dunia politik di tahun 2000-2009.

Terjaring OTT KPK

Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Bogor Ade Yasin dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Selain Bupati Ade Yasin, tim penindakan juga turut menyeret pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat. Pihak BPK yang ditangkap diduga merupakan auditor.

"KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di wilayah Jawa Barat. Di antaranya Bupati Bogor, beberapa pihak dari BPK Perwakilan Jawa Barat dan pihak terkait lainnya," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (27/4).

Ali mengatakan, operasi tangkap tangan ini terjadi lantaran diduga adanya suap. Auditor BPK Jabar diduga terlibat suap dengan Bupati Ade Yasin.

"Kegiatan tangkap tangan ini dilakukan karena ada dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan suap," kata Ali. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel